Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Banjir di Jakarta

Ketua MPR: Banjir Jakarta karena Tidak Ada Eksekusi dari Kepala Daerah

Bamsoet berharap dengan menunjukkan aksi nyata dari segenap pemimpin bangsa, bisa mengobati luka sosial masyarakat DKI yang menjadi korban banjir.

Ketua MPR: Banjir Jakarta karena Tidak Ada Eksekusi dari Kepala Daerah
Danang Triatmojo/Tribunnews.com
Suasana Jalan Lintas Bawah (Underpass) Kota Baru Bandar Kemayoran, Jakarta Pusat yang Terendam Air pada Sabtu (25/1/2020). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menyoroti musibah banjir yang melanda DKI Jakarta dalam beberapa hari terkahir.

Bamsoet mengatakan hal itu sangat ironis mengingat DKI Jakarta sebagai Ibu Kota Negara, yang sebenarnya sudah memiliki masterplan banjir sejak 1973, hingga kini belum bisa terbebas atau minimal mengurangi dampak banjir.

"Penyebabnya tak lain karena tidak adanya eksekusi dari kepala daerah. Sebagaimana yang juga menjadi kelemahan kita bersama, bagus di rencana lemah di eksekusi. Kedepannya tak boleh lagi ada rencana yang tak dijalankan," ujar Bamsoet usai menyalurkan bantuan sosial kepada saudara-saudara yang terkena musibah banjir di Kelurahan Cililitan Kecil, Kramat Jati, Jakarta Timur, Minggu (26/1/2020).

Ia mengingatkan, di DKI Jakarta ini ada 14 sungai yang harus dikeruk dan dilebarkan. Baik itu melalui skema naturalisasi, normalisasi ataupun revitalisasi.

Baca: Meski Bukan Kewenangan Pemprov, Dinas SDA DKI Siap Bantu Sedot Banjir di Underpass Gandhi

Baca: Sempat Diprotes Warga, 10 Mobil Dikerahkan Sedot Air yang Genangi Underpass Gandhi Kemayoran

"Yang terpenting jangan stagnanisasi. Rakyat membutuhkan aksi nyata dari segenap pemangku kepentingan di DKI Jakarta. Sudah cukup semua beretorika, saatnya para pemimpin menunjukkan aksi nyata," tutur Bamsoet.

Air yang menggenangi Underpass Gandhi Kemayoran Jakarta Pusat tampak keruh terpantau pukul 14.44 WIB, Sabtu (25/1/2020)
Air yang menggenangi Underpass Gandhi Kemayoran Jakarta Pusat tampak keruh terpantau pukul 14.44 WIB, Sabtu (25/1/2020) (TribunJakarta.com/Muhammad Rizki Hidayat)

Bamsoet berharap dengan menunjukkan aksi nyata dari segenap pemimpin bangsa, bisa mengobati luka sosial masyarakat DKI yang menjadi korban banjir.

Penanganannya memang tak hanya oleh pemerintah daerah dan pusat saja, butuh kerjasama dengan pemerintah daerah sekitar seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Pun demikian kontribusi masyarakat yang tak kalah pentingnya.

"Sudah cukup derita yang ditanggung rakyat akibat kondisi ekonomi. Jangan ditambah lagi dengan musibah akibat kelalaian dari pemimpin. Mari kita rawat setiap jengkal tanah air kita, sebagai wujud syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa," pungkasnya.

Ikuti kami di
Add Friend
Penulis: Taufik Ismail
Editor: Sanusi
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas