Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Azizah Terinspirasi Trisakti Bung Karno

Siti Nur Azizah melebur bersama ribuan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Tangsel, Minggu (26/1/2020) malam.

Azizah Terinspirasi Trisakti Bung Karno
HO/Tribunnews.com
Siti Nur Azizah bersama Sekjen PDIP dan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Tangsel, Minggu (26/1/2020) malam. 

TRIBUNNEWS.COM, TANGSEL - Bakal calon (bacalon) Wali Kota Tangerang Selatan Siti Nur Azizah melebur bersama ribuan kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI Perjuangan) Tangsel, Minggu (26/1/2020) malam.

Kehadiran Azizah di sekretariat DPC PDI Perjuangan Tangsel, Ruko Malibu, Jalan Pahlawan Seribu, Serpong itu untuk ikut merayakan peringatan HUT PDI Perjuangan ke-47.

Berkerudung merah, Azizah disambut sumringah oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Tangsel Wanto Sugito.

Bahkan, Azizah tampak juga berbincang-bincang dengan Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto.

Puteri Wakil Presiden Ma'ruf Amin itu mengatakan, sangat bergembira karena bisa turut merayakan Hari Jadi PDI Perjuangan ke-47 itu.

Karena, kata dia, ada benang merah antara garis perjuangannya dengan PDI Perjuangan.

"Semangat saya dengan PDI Perjuangan itu sama yakni semangat membela wong cilik. Kita ngampung setiap hari untuk mendengar suara mereka. Melihat kenyataan hidup mereka. Membantu menyemangati mereka. Bila nanti saya menjadi wali kota kita akan kerja lebih banyak untuk mereka," ungkap Azizah kepada awak media.

Baca: Syarat & Cara Daftar Panitia Pemungutan Suara Pilkada 2020, Ini Contoh Formulir Pendaftarannya

Bahkan, Azizah menyebut visi yang diusungnya yakni Pemerataan Kemajuan dan Kesejahteraan (Permata) Tangsel terilhami oleh Trisaktinya Bung Karno.

Azizah merumuskan Trisakti melalui Permata Tangsel dengan tiga kata kunci, yaitu Pemerataan, kemajuan, kesejahteraan.

"Bung Karno mengatakan kita harus berdaulat dibidang politik, sebagai kalimat sakti pertamanya. Saya terjemahkan kedaulatan politik tersebut sebagai cara rakyat memiliki akses yang sama terhadap sumberdaya. Karena itu saya terjemahkan gagasan tersebut dengan konsep "pemerataan"," terangnya.

Halaman
12
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas