Tribun

Geger Temuan Limbah Radioaktif, BATAN Clean Up Area Perumahan Batan Indah

Paparan radiasi di wilayah tersebut dinyatakan berada diatas ambang batas, setelah diketahui oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).

Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Fajar Anjungroso
zoom-in Geger Temuan Limbah Radioaktif, BATAN Clean Up Area Perumahan Batan Indah
Kompas.com
Tim satuan Teknisi Kimia, Biologi, Radioaktif (KBR) pasukan Gegana Brimob Polri melakukan pengecekan lokasi yang terkontaminasi paparan radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (15/1/2020). Badan Pengawas Tenaga Nuklir meminta warga menjauhi area tanah kosong di Perumahan Batan Indah, samping lapangan voli blok J, seusai menemukan kenaikan nilai paparan radiasi nuklir di area tersebut 

Laporan Wartawan Tribunnews, Fitri Wulandari

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Kompleks Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang, Banten memang tengah terpapap radiasi nuklir. Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) pun mencoba melakukan clean up (pembersihan) area di wilayah yang terpapar itu.

Paparan radiasi di wilayah tersebut dinyatakan berada diatas ambang batas, setelah diketahui oleh Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN).

Dalam keterangan tertulisnya, Kepala Biro Hukum, Humas, dan Kerja Sama BATAN, Heru Umbara mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BAPETEN pasca temuan tersebut.

"Saat ini BATAN sedang melakukan clean up di sekitar area terpapar," ujar Heru di lokasi terpaparnya radiasi, Sabtu (15/2/2020).

BAPETEN memang meminta BATAN untuk membantu proses pembersihan dan analisis material yang diduga menjadi penyebab tingginya paparan radiasi di wilayah itu.

Proses ini dilakukan melalui berbagai fasilitas laboratorium dan pengolahan limbah radioaktif.

Heru menambahkan pihaknya telah berupaya untuk melakukan proses clean up dengan mengambil sumber pemapar yang memancarkan radiasi di atas ambang itu.

Baca: Geger Limbah Nuklir Dibuang di Perumahan Batan Indah Serpong, Polisi Sterilkan Area

Selain itu, juga mengambil seluruh vegetasi dan tanah untuk kemudian dilakukan pengujian di fasilitas yang dimiliki BATAN.

"Dari hasil clean up itu, bahan penyebab paparan radiasi telah ditemukan bercampur dengan tanah. Temuan itu saat ini sedang dianalisis di laboratorium BATAN," jelas Heru.

Proses clean up, disebut sebagai upaya pertama yang harus dilakukan untuk menyelamatkan masyarakat dan lingkungan agar tidak terpapar radiasi.

Melalui proses awal ini, BATAN memperoleh vegetasi dan tanah yang dimasukkan ke dalam 52 drum berkapasitas 100 liter.

Heru menjelaskan, setelah dilakukan proses clean up, didapatkan penurunan paparan radiasi sebesar 30% dari 149 mikro sivet per jam.

Pengecekan terakhir itu dilakukan pada Sabtu dini hari yakni 98,9 mikrosivet per jam.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas