Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun

Ikuti Arahan Jokowi, Anies Baswedan Kembalikan Jam Operasional 3 Moda Transportasi Publik

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengoreksi kebijakannya soal pembatasan transportasi publik.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Ikuti Arahan Jokowi, Anies Baswedan Kembalikan Jam Operasional 3 Moda Transportasi Publik
Danang Triatmojo
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2020). 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA  - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengoreksi kebijakannya soal pembatasan transportasi publik.

Anies Baswedan mengembalikan frekuensi kedatangan armada, baik pada MRT Jakarta, LRT, maupun Bus TransJakarta menjadi seperti semula.

Pemprov DKI juga mengembalikan jam operasional ketiga moda transportasi itu seperti sedia kala.

Angkutan malam hari turut diberlakukan lagi.

Baca: Jokowi Singgung Soal Penyediaan Transportasi Publik: Yang Penting Bisa Mengurangi Tingkat Kerumunan

Hal tersebut ia lakukan mengacu pada Instruksi Presiden Joko Widodo yang meminta pemerintah daerah menghindarkan penumpang dari kepadatan atau keramaian.

"Sesuai arahan presiden. Kami akan kembali menyelenggarakan kendaraan umum frekuensi tinggi," kata Anies Baswedan dalam konferensi pers yang disiarkan langsung dari kanal Youtube Pemprov DKI, Senin (16/3/2020) malam.

Berita Rekomendasi

Meskipun mengembalikan interval kedatangan kendaraan menjadi 5 menit sekali, kebijakan social distancing measure atau perilaku menjaga jarak tetap diberlakukan.

Baca: Terkait Corona, Berikut 8 Hal Penting yang Perlu Diperhatikan saat Pelaksaan UN 2020

Penumpang dalam gerbong MRT/LRT dan bus TransJakarta akan tetap dibatasi demi terjadi jarak antar satu sama lain.

Pembatasan juga dilakukan pada penumpang yang masuk halte atau stasiun.

Tujuannya supaya tidak ada penumpukan di dalam ruangan sempit yang justru bisa memperbesar risiko penularan virus corona.

Armada juga akan ditambah guna mengangkut penumpang lebih cepat.

"Dan kami akan lakukan social distancing measure. Artinya ada pembatasan penumpang dalam gerbong, bus. Armada akan ditambah supaya jarak yang mengangkut lebih cepat," ungkap Anies.

Anies sendiri sadar konsekuensi pembatasan penumpang yang memasuki halte akan menimbulkan antrean di luar stasiun atau halte.

Baca: BREAKING NEWS: Anies Baswedan Izinkan Penggunaan Kendaraan Pribadi untuk Cegah Corona

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2024 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas