Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

Aktivitas Ibu Kota Mulai Ramai, IDI Sarankan PSBB Jakarta Menerapkan Konsep Larangan Mudik

Anies berharap PSBB yang ketiga kalinya ini jadi yang terakhir, dan penghabisan. Dengan catatan, masyarakat yang sudah disiplin tetap mempertahankan.

Aktivitas Ibu Kota Mulai Ramai, IDI Sarankan PSBB Jakarta Menerapkan Konsep Larangan Mudik
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pedagang yang memiliki toko di luar gedung Pasar Jatinegara Jakarta masih tetap berjualan dan ramai pembeli menjelang lebaran, Rabu (20/5/2020). Gedung Pasar Jatinegara sendiri sudah ditutup untuk mencegah penyebaran Covid-19 dan pedagang yang memiliki toko di dalam gedung pasar mensiasati dengan berjualan secara online. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Reza Deni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban menilai pengetatan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta harus dilakukan menyusul belakangan keramaian mulai terlihat di beberapa titik di wilayah Jakarta.

"Kebetulan saya dari arah Tebet ke Kramat, Tebet nya sepi jadi memang antar RT itu portal dipasang terus, jadi di Tebet nya sepi dari biasanya, tapi begitu ke luar Tebet itu misalnya kayak di Matraman bisa dikatakan hampir macet. Jadi mobil banyak banget, kemudian aku foto setiap hari, dan hari ini jauh lebih banyak kendaraan berseliweran," kata Zubairi kepada Tribunnews, Kamis (21/5/2020).

Pengetatan itu salah satunya yakni memakai konsep larangan mudik, hanya saja ini dilakukan di Jakarta.

"Jadi harusnya model polisi yang menyuruh balik untuk mudik itu bisa juga diterapkan di Jakarta. Saya kira untuk menunjukkan bahwa kita serius PSBB," lanjutnya.

Karena semua pihak serius melaksanakan PSBB, dikatakan Zubairi, maka keberhasilan mengurangi penularan bisa terlihat, dan karena berhasil mengurangi penularan, dibukanya aktivitas untuk usia yang di bawah 45 tahun ke bawah bisa dilakukan.

Baca: AS Kirim 200 Ventilator ke Rusia Bantu Krisis Pandemi Corona, Harap Hubungan 2 Negara Lebih Baik

"Polisi yang di sana sudah bagus, tapi dari Tebet sampai Kramat, belum pernah ditanya pak mau kemana, enggak ada, lolos saja," katanya.

"Dan enggak harus polisi juga, misalnya RT, RW , Lurah, di kelurahan kan sudah dipasang portal, hanya satu yang dibuka, biar cuma satu dibuka itu kan bisa ditanya, mas mau kemana. Jadi biar lebih cepat agar pandemi ini berakhir di Indonesia," kata Zubairi.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memperpanjang PSBB selama 14 hari ke depan, terhitung sejak 22 Mei - 4 Juni 2020.

Anies berharap PSBB yang ketiga kalinya ini jadi yang terakhir, dan penghabisan. Dengan catatan, masyarakat yang sudah disiplin tetap mempertahankan, sedangkan yang belum, turut mengikuti.

Baca: Curhat Seorang Dokter di Jakarta, Rela Kerja Tanpa Libur demi Pasien karena Kurangnya Tenaga Medis

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Reza Deni
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas