Berkunjung ke Panti Sosial Bina Laras, ODGJ Ini Ramah Menyambut Tamu, Minta Dijemput Jika Sembuh
Setelah memasuki kantor pelayanan sambil membawa obat-obatan, Satrio wartawan TribunJakarta.com disambut odgj dengan ramah.
Editor: Anita K Wardhani
"Ibu dari manaa? baiiik, iyaa," jawabnya.
Beberapa dari mereka ada juga yang melambaikan tangan berkali-kali ke arah kami. Namun, raut wajah mereka datar.
Ada juga yang tak peduli dengan kehadiran kami. Wajah mereka memang dewasa akan tetapi pikirannya masih seperti anak-anak. Suasana di ruangan itu tak berisik meski dipadati para penghuni panti.
Seperti Balita
Para penghuni panti tersebut mengenakan seragam yang berbeda-beda setiap harinya. Ada kelompok yang mengenakan seragam biru, sebagian lagi ada yang merah dan ungu.
Kami bertemu dengan Kepala Satuan Pelayanan Panti, Didi Ponedi di ruang itu.
Dia menjelaskan, seragam mereka berbeda-beda agar memudahkan petugas dalam mengatur kelompok.
"Karena kita ada empat lokal dua perempuan dan dua laki-laki. Mereka diberikan seragam agar memudahkan petugas ketika nanti mereka salah masuk kamar. Oh ini kamar mereka bukan di sini karena bajunya beda," bebernya.
Selain itu untuk memudahkan petugas dalam mengkoordinir mereka untuk dibina agar lebih tertib.
Sebab, pada dasarnya pikiran mereka kembali seperti anak-anak. Padahal usia mereka kini sudah dibilang produktif.
"Karena prinsipnya mereka anak kecil, meskipun fisiknya dewasa isinya mereka balita. Jadi kita harus bimbing mereka, tak terkecuali dalam hal seragam," bebernya.
Bertemu dengan Saritem dan Novi
Novi yang menyapa kami di awal kemudian datang lagi menghampiri kami.
Wajahnya kelihatan dewasa, akan tetapi nada bicaranya seolah ia masih anak-anak.