Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Emosi dengan Sistem Zonasi PPDB DKI Jakarta, Orangtua Murid Mengamuk: Realnya Itu Usia

Seorang wali murid calon peserta didik tak terima dengan sistem zonasi dalam PPDB DKI Jakarta yang pada kenyataannya dilihat berdasar umur siswa.

Emosi dengan Sistem Zonasi PPDB DKI Jakarta, Orangtua Murid Mengamuk: Realnya Itu Usia
Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV
Seorang wali murid calon peserta didik tak terima dengan sistem zonasi dalam PPDB DKI Jakarta yang pada kenyataannya dilihat berdasar umur siswa. 

TRIBUNNEWS.COM - Orangtua Calon Peserta Didik, Hotmar Sinaga meluapkan emosinya karena tak terima dengan sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta yang kenyataannya justru mengutamakan usia.

Hal tersebut disampaikan dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kompas TV, Jumat (26/6/2020).

Hotmar merupakan orangtua dari murid yang akan masuk jenjang pendidikan SMA pada ajaran baru tahun 2020/2021.

Baca: Pengumuman Hasil Seleksi PPDB Jakarta 2020 Jalur Zonasi Dapat Dilihat di ppdb.jakarta.go.id

Namun, anaknya yang masih berusia 14 tahun, gagal masuk SMA karena dinyatakan terlalu muda.

Sehingga Hotmar menyatakan sikapnya yang tak tahan dengan sistem zonasi pada PPDB DKI Jakarta kali ini.

Hotmar diketahui emosi dengan marah dan teriak sambil menyuarakan pendapatnya.

Orangtua Calon Peserta Didik, Hotmar Sinaga meluapkan emosinya karena tak terima dengan sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta yang kenyataannya mengutamakan usia.
Orangtua Calon Peserta Didik, Hotmar Sinaga meluapkan emosinya karena tak terima dengan sistem zonasi penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta yang kenyataannya mengutamakan usia. (Tangkap layar kanal YouTube Kompas TV)

Peristiwa itu terjadi dalam konferensi pers Dinas Pendidikan DKI Jakarta di Kantor Disdik DKI, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (26/6/2020), pagi.

Ia menilai sistem zonasi yang diterapkan tidak sesuai dengan kenyataan yang ada.

Karena sistem zonasi PPDB kali ini dinilai lebih mementingkan kriteria usia dari para calon peserta didik baru dibanding jarak domisili ke sekolah yang dituju.

"Saya orangtua murid yang coba mendaftar SMA, saya tadi waktu spontan teriak," terang Hotmar.

Halaman
1234
Penulis: Febia Rosada Fitrianum
Editor: Ayu Miftakhul Husna
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas