Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ricuh di Green Lake City

Putri Sulung John Kei Muncul, Bongkar Hubungan Sang Papa dan Nus Kei Sebelum Peristiwa Berdarah

Melan Revra, Putri sulung John Kei, muncul di hadapan publik. Wajahnya tersorot kamera saat menjenguk sang papa di Polda Metro Jaya, pada Jumat (26/6/

Putri Sulung John Kei Muncul, Bongkar Hubungan Sang Papa dan Nus Kei Sebelum Peristiwa Berdarah
Kolase Tribunnews (Tribunnews/JEPRIMA dan Tangkap layar channel YouTube KompasTV)
Blak-blakan, Putri John Kei Ungkap Perubahan Dasyat Papanya Setelah Keluar dari Nusakambangan 

Bongkar Hubungan John Kei dan Nus Kei Sebelum Peristiwa Berdarah
Selain itu, Melan juga mengungkapkan terkait hubungan sang papa dengan Nus Kei.

Sebelum ada kejadian ini, Melan menyebutkan hubungan antara Nus Kei dan John Kei pernah dekat.

Namun dengan adanya masalah, ia merasa keduanya sudah merenggang.

Meski demikian, ia tak mengetahui dengan jelas permasalahan yang membuat hubungan menjadi tak harmonis itu.

Diketahui, hubungan Nus Kei dan keponakannya merenggang sejak John Kei masih berada di Nusakambangan.

Melan menuturkan, hubungan melonggar sekira di tahun kedua atau ketiga sang papa di penjara.

Sebagai anak, Melan lebih memilih untuk tak ikut campur dalam urusan orangtuanya.

"Pokoknya yang saya tahu dulu Opa Nus itu sudah dekat sama kami sekeluarga," terang Melan.

"Entah kenapa saya kurang paham masalah orangtua, tapi saya merasa emang sudah agak melonggar semenjak sekitar dua atau tiga tahun papa di Nusakambangan."

"Tapi saya nggak mau ambil pusing sih sebagai anak itu masalah orangtua gitu," tambahnya.

Hormati Nus Kei
Walau hubungan antara keduanya renggang, Melan mengaku tetap menghormati Nus Kei.

Hal tersebut disampaikan sendiri oleh John Kei pada putri sulungnya itu.

Terlebih ketika Nus Kei memutuskan untuk pindah rumah ke daerah lain.

Setelah sebelumnya Nus Kei tinggal di daerah Bekasi, lokasi di mana John Kei dan kelompoknya diamankan.

Melan menjelaskan masih menjalin silaturahmi dengan baik pada Nus Kei.

Ia sering pergi ke rumah baru Nus Kei untuk menengok hingga berbincang bersama.

"Papa selalu ingatkan walaupun jauh tapi kita tetap harus menghormati," ungkap Melan.

"Even waktu itu Opa Nus pindah rumah dari Tytyan ke Bintara aku masih tetap jalin silaturahmi."

"Pergi ke rumah Opa Nus, nengok ke Opa Nus, ngobrol-ngobrol gitu," imbuhnya.

Nus Kei korban penyerangan anggota kelompok John Kei. (Inset) John Kei saat dihadirkan dalam rilis perkara di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2020). Hubungan keduanya masih keluarga, paman dan keponakan.
Nus Kei korban penyerangan anggota kelompok John Kei. (Inset) John Kei saat dihadirkan dalam rilis perkara di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (22/6/2020). Hubungan keduanya masih keluarga, paman dan keponakan. (Tangkapan layar YouTube TV One/Tribunnews.com)

Kasus yang membelit John Kei

Seperti diberitakan sebelumnya, terjadi aksi dua aksi penyerangan oleh kelompok John Kei pada hari yang sama, Minggu (21/6/2020).

Penyerangan pertama berlokasi di wilayah Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat sekitar pukul 11.30 WIB.

Aksi penyerangan yang dilakukan oleh sekitar 7 orang tersebut menewaskan 1 orang dengan sejumlah luka bacok.

Serta 1 orang lainnya mengalami luka di bagian tangan.

Penyerangan kedua terjadi di kediaman Nus Kei di Green Lake City, Cluster Australia No 52, Cipondoh, Kota Tangerang pada pukul 12.25 WIB.

Mereka melakukan pengrusakan terhadap rumah yang ditempati Nus Kei.

Pintu rumah Nus Kei didobrak dan kaca jendela dipecahkan menggunakan barbel.

Selain itu, pelaku merusak ruang tamu dan kamar tidur menggunakan parang.

Pelaku juga merusak satu kendaraan milik Nus Kei dan satu milik tetangganya.

"Kurang lebih 15 orang, yang saat itu tidak dikenal dengan menggunakan empat unit kendaraan roda empat yang juga diduga dari kelompok John Kei, mendatangi satu rumah," kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Nana Sudjana dikutip dari channel YouTube KompasTV, Senin (22/6/2020).

Nana melanjutkan, saat itu kelompok tersebut mencari Nus Kei.

Namun, diketahui yang bersangkutan sedang tidak berada di rumahnya.

"Yang ada istri dan anak-anaknya. Mereka berusaha meninggalkan tempat saat pengrusakan sedang berlangsung."

"Kemudian setelah melakukan pengrusakan dan tidak ditemukan orang yang dicari. Kelompok ini keluar," beber Nana.

Saat meninggalkan kompleks perumahan itu, kelompok John Kei kembali melakukan aksi penyerangan terhadap orang-orang di kawasan tersebut.

"Melakukan pengrusakan terhadap gerbang perumahan dan membuang tembakan sebanyak 7 kali."

"Sehingga menyebabkan 1 orang security tertabrak dan satu pengemudi ojek online tertembak di jempol kaki sebelah kanan," tuturnya.

(Tribunnews.com/Febia Rosada/Endra Kurniawan)

Editor: Anita K Wardhani
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas