Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Jurnalis Meninggal Dunia

Apa Itu Suicidal Ideation? Pakar Jelaskan Kaitannya dengan Dugaan Yodi Prabowo Bunuh Diri

Ia mencontohkan, misalnya pernyataan "Kalau nanti aku enggak ada, kamu sedih enggak?"

Apa Itu Suicidal Ideation? Pakar Jelaskan Kaitannya dengan Dugaan Yodi Prabowo Bunuh Diri
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Keluarga dan kerabat menghadiri pemakaman editor video Metro TV Yodi Prabowo di Ciputat Timut, Tangsel, Banten, Sabtu (11/7/2020). Yodi ditemukan tewas di pinggir Jalan Tol Ulujami, Jakarta Selatan, pada Jumat (10/7/2020). WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo hingga kini masih misteri.

Meski awalnya pihak Polda Metro Jaya menduga Yodi Prabowo tewas dibunuh, namun belakangan motif bergeser ke bunuh diri.

Baca: Pria Berinisial D yang Sempat Dicurigai Saksi Disebut Mengenal Kekasih Yodi Prabowo

Hal itu berdasarkan hasil sidik jari dan DNA di pisau dapur yang ditemukan di dekat jasad di pinggir Tol JORR Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Meskipun terkait hal itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan polisi belum menyimpulkan sampai sejauh itu.

Terkait hal itu, Pakar Psikologi Forensik, Reza Indragiri Amriel mengatakan ada beberapa kalimat atau pernyataan seseorang yang merupakan pertanda Suicidal Ideation atau pemikiran tentang bunuh diri.

Ia mencontohkan, misalnya pernyataan "Kalau nanti aku enggak ada, kamu sedih enggak?"

"Orang awam barangkali menganggap sepele perkataan semacam itu. Tapi dari perspektif psikologi, kalimat tersebut merupakan pertanda suicidal ideation atau pemikiran tentang bunuh diri," kata Reza, kepada Warta Kota, Rabu (22/7/2020).

Pemikiran semacam ini katanya sama sekali tidak boleh dianggap enteng.

"WHO, misalnya, menyimpulkan bahwa sekitar 60 persen transisi dari pemikiran tentang bunuh diri ke rencana bunuh diri lalu berlanjut ke langkah bunuh diri, berlangsung dalam kurun 12 bulan sejak pemikiran itu muncul untuk pertama kalinya," papar Reza.

Cepatnya proses transisi itu, menurut Reza, mengirim pesan bahwa masyarakat harus lebih serius menyikapi perkataan tentang bunuh diri yang dikemukakan siapapun.

Halaman
1234
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas