Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Idul Adha 2020

Arus Mudik Idul Adha 2020, Kenaikan Volume Kendaraan Menuju Daerah Capai 132 Persen

Sambodo menambahkan pihak kepolisian juga mencatat adanya kenaikan volume kendaraan yang mengarah Jawa Tengah.

Arus Mudik Idul Adha 2020, Kenaikan Volume Kendaraan Menuju Daerah Capai 132 Persen
ferri amiril mukminin/tribun jabar
Kepadatan arus mudik Idul Adha dari wilayah Pouyuen sampai Ciranjang, Kamis (30/7/2020) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mencatat adanya kenaikan arus mudik kendaraan yang keluar dari DKI Jakarta.

Kenaikan arus lalu lintas mulai terdampak sejak Kamis 30 Juli 2020 kemarin.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan total ada kenaikan volume kendaraan yang mengarah ke Bandung sebesar 97 persen dibandingkan Kamis 23 Juli 2020 lalu.

"Arus mudik hari Kamis tanggal 30 Juli 2020, ada kenaikan 97 persen arah ke Bandung dibandingkan Minggu lalu," kata Sambodo saat dihubungi, Jumat (31/7/2020).

Baca: Rest Area di Tol Jakarta-Cikampek Bakal Dibuka-tutup saat Mudik Idul Adha

Sambodo menambahkan pihak kepolisian juga mencatat adanya kenaikan volume kendaraan yang mengarah Jawa Tengah.

Khususnya melalui jalan tol Cikampek-Palimanan (Cipali).

"Kenaikannya hingga 132 persen arah ke Cipali atau Jawa Tengah bila dibandingkan dengan hari Kamis minggu lalu," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Polda Metro Jaya menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan dalam arus mudik pada hari raya Idul Adha 2020.

Di antaranya dengan menggelar contraflow dan one way di ruas tol yang mengalami kepadatan lalu lintas.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan skenario rekayasa lalu lintas tersebut bakal diberlakukan situasional. Jika ada kepadatan, kepolisian akan mengeluarkan diskresi kebijakan tersebut kapan saja.

"Misalnya arus meninggalkan Jakarta menuju ke jalur Timur itu terjadi kepadatan, tidak mampu ditampung di elevated atau di elevated ada trouble. Karena disitu tidak ada jalan ke luar yang mengakibatkan tertutupnya jalan tol elevated maka skenario kita akan coba nanti laksanakan contraflow," kata Sambodo kepada wartawan, Kamis (30/7/2020).

Jika contraflow tak bisa menampung volume kendaraan, imbuh Sambodo, pihaknya bakal skenario terakhir yaitu one way.

Nantinya, kata dia, skenario itu bakal dijalankan bersama Polda di perbatasan Jakarta.

"Kalau ternyata contarflow juga nggak bisa menolong, skenario terakhir tentu kita akan laksanakn one way. Tapi tentu saja ini pasti akan kita kordinasikan dengan pihak korlantas. Karena contraflow dan one way pasti menyangkut perbatasan. Apakah dengan Polda Jawa Barat kalau ke arah Bogor dan Karawang atau polda Banten kalau ke arah Tangerang," pungkasnya.

Penulis: Igman Ibrahim
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas