Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Volume Kendaraan Sudah Mendekati Normal, Jadi Alasan Pemprov DKI Berlakukan Lagi Sistem Ganjil Genap

Ada beberapa titik yang peningkatan volume kendaraannya sudah melampaui kondisi normal, yakni lebih tinggi 1,47 persen dari kondisi di bulan Februari.

Volume Kendaraan Sudah Mendekati Normal, Jadi Alasan Pemprov DKI Berlakukan Lagi Sistem Ganjil Genap
WARTAKOTA/Angga Bhagya Nugraha
Suasana lalu lintas di Jalan Jendral Sudirman, Jakarta Selatan, terpantau ramai lancar , Rabu (3/6/2020). Kebijakan ganjil genap di DKI Jakarta akan kembali diterapkan. Sebelumnya, peniadaan sementara ganjil genap di Ibu Kota telah diperpanjang beberapa kali oleh Kepolisian, yaitu pada 15 Maret hingga 19 April 2020, kemudian diperpanjang hingga 22 Mei 2020 dan selanjutnya bertambah menjadi 4 Juni 2020. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Danang Triatmojo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengungkapkan alasan kembali memberlakukan kebijakan pembatasan kendaraan ganjil genap di ibu kota. Menurutnya volume kendaraan kini sudah mendekati keadaan normal.

Peningkatan volume kendaraan khususnya terjadi pada 25 ruas jalan yang merupakan kawasan ganjil genap.

Peningkatan terjadi karena masyarakat masih khawatir menggunakan angkutan umum akibat potensi penularan virus Covid-19.

"Peningkatan volume lalu lintas di kawasan ganjil genap karena masih ada kekhawatiran masyarakat menggunakan angkutan umum," kata Syafrin dalam keterangan tertulisnya, Jumat (31/7/2020).

Baca: Sistem Ganjil Genap di Jakarta Pekan Depan Hanya Berlaku untuk Mobil

Jika dibandingkan antara masa sebelum pandemi Covid-19 melanda DKI yakni bulan Februari dan setelah wabah menyebar, kenaikan volume kendaraan di beberapa titik pengamatan lalu lintas telah mendekati jumlah normal.

Bahkan kata Syafrin ada beberapa titik yang peningkatan volume kendaraannya sudah melampaui kondisi normal, yakni lebih tinggi 1,47 persen dari kondisi di bulan Februari.

"Bahkan ada beberapa titik pengamatan yang volumenya sudah lampaui kondisi normal," ungkap Syafrin.

Atas berbagai pertimbangan tersebut, Pemprov DKI merasa perlu untuk kembali menerapkan kebijakan pembatasan lalu lintas untuk kurangi kepadatan, sekaligus meningkatkan efektivitas dan efisiensi ruang jalan.

Sistem ganjil genap akan kembali berlaku efektif pada Senin, 3 Agustus 2020.

Halaman
12
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Dewi Agustina
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas