Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ganjil Genap

Ganjil Genap Mulai Senin, Dishub DKI Siapkan Bus Sapu Jagat Antisipasi Penumpukan Penumpang

Pemberlakuan ini dikhawatirkan membuat menumpuknya pengguna transportasi massal.

Ganjil Genap Mulai Senin, Dishub DKI Siapkan Bus Sapu Jagat Antisipasi Penumpukan Penumpang
Tribunnews/Jeprima
Petugas kepolisian menilang mobil berplat nomor ganjil saat memasuki Jalan DI Panjaitan di Jakarta Timur, Selasa (10/9/2019). Petugas kepolisian mulai memberlakukan penindakan berupa tilang terhadap pengendara mobil yang melanggar di kawasan perluasan sistem ganjil genap. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah provinsi DKI Jakarta akan kembali memberlakukan ganjil genap  pada Senin (3/8) lusa.

Pemberlakuan ini dikhawatirkan membuat menumpuknya pengguna transportasi massal.

Menyikapi hal itu, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan khusus untuk moda Transjakarta bakal mengoperasikan bus sapu jagat.

Bus tersebut adalah armada tambahan yang sengaja disiapkan untuk mengantisipasi penumpukan penumpang.

Baca: Sistem Ganjil Genap DKI Jakarta: Berlaku Mulai Senin & Daftar Lengkap Jalan yang Terkena Aturannya

Baca: Ganjil Genap Kembali Berlaku tapi Operasional KRL Tetap Sampai Pukul 21.00

"Untuk di Transjakarta yang kita lakukan sekarang adalah dengan bus sapu jagat," kata Syafrin saat dikonfirmasi, Sabtu (1/8/2020).

"Jadi, begitu ada antrean yang mulai keluar halte, otomatis bus kami tambah," ucap dia.

Dengan upaya antisipasi tersebut, diharapkan penumpukan penumpang hingga keluar halte tidak lagi terjadi.

Jarak interval (headway) kedatangan bus juga dipastikan bukan lagi 5 atau 3 menit. Bahkan kedatangan bus bisa dalam hitungan detik saja.

Adapun bus sapu jagat ini tidak akan diberlakukan di setiap halte Transjakarta.

Melainkan hanya halte yang berpotensi terjadi penumpukan penumpang pada jam - jam sibuk.

"Jadi tidak lagi headway 5 atau 3 menit, tapi bahkan bisa detik. Ini bus cadangan yang kami siapkan di titik yang potensial terjadi kepadatan penumpang," pungkasnya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas