Wali Kota Jakarta Selatan Imbau Warga Korban Banjir Terapkan Protokol Kesehatan di Pengungsian
Menurut Marullah, jumlah warga dalam satu tempat pengungsian tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas ruangan.
Editor: Hasanudin Aco
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali mengingatkan warga yang mengungsi akibat banjir untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan.
Di tempat pengungsian, kata Marullah, harus disediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak, dan wajib menggunakan masker.
"Pengungsian sekarang ini beda dengan pengungsian di era non Covid," kata Marullah saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2020).
"Yang pertama physical distancing saya wanti-wanti, kedua masker pertahankan, ketiga ada wastafel, dan protap lainnya," tambahnya.
Baca: Lurah Karet Tengsin Angkat Suara Soal Banjir di TPU Karet Bivak
Menurut Marullah, jumlah warga dalam satu tempat pengungsian tidak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas ruangan.
Marullah juga melarang para pengungsi untuk berkerumun.
"Jadi nggak kayak dulu kalau mengungsi itu ngerumpi, berkumpul," ujar dia.
Ia mengaku sudah mengunjungi salah satu tempat pengungsian di Rawajati, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2020) malam.
"Ada satu ruangan yang biasa diisi 30 orang, semalam terpaksa hanya 10 orang. Mudah-mudahan nggak ada musibah lagi," kata Marullah.
Pemkot Jakarta Selatan Lakukan Dua Langkah Ini
Wali Kota Jakarta Selatan, Marullah Matali mengaku sudah menyiapkan langkah-langkah untuk mengantisipasi terjadinya genangan atau banjir.
Beberapa di antaranya adalah dengan melakukan pengerukan waduk dan pelebaran sungai.
"Sekarang ada pengerukan-pengerukan, ada pelebaran, ada istilah gerebek lumpur. Ada beberapa waduk di Jakarta Selatan sedang dilakukan pengerukan," ujar Marullah saat ditemui di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2020).