Tribun

Serangkaian Teror Vandalisme di Tangerang, Kali Ini di Musala Kawasan Pasar Kemis

Aksi vandalisme kembali meneror wilayah Tangerang, April 2020 aksi vandalisme sempat meresahkan warga Kota Tangerang, pelakunya kelompok anarko.

Penulis: Theresia Felisiani
Serangkaian Teror Vandalisme di Tangerang, Kali Ini di Musala Kawasan Pasar Kemis
Dok. Istimewa via Kompas.com
Warga Perumahan Villa Tangerang Elok, Kelurahan Kuta Jaya, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang dihebohkan dengan aksi vandalisme yang dilakukan orang tidak dikenal di Mushala Darussalam, Selasa (29/9/2020) sore. 

"Awal tiga tersangka berhasil ditangkap di sebuah cafe, mereka yakni MRR (21), AAM (18) dan RIAP (18). Ketiganya ditangkap usai melakukan vandalisme di empat titik," ucap Kapolda Metro Jaya, ‎Irjen Nana Sudjana di Polda Metro Jaya, Sabtu (11/4/2020).

Selanjutnya penyidik membawa ketiga pelaku ke Polres Tangerang untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga dilakukan pengembangan ke Kabupaten Tangerang dan Bekasi, Jawa Barat.

Hasilnya dilakukan penangkapan pada dua tersangka yang lain yakni MRH alias Rizki di Solear, Kabupaten Tangerang dan RJ (19) alias Riski di Bekasi Timur.

Atas perbuatannya, kelima pelaku dijerat dengan Pasal 14 dan pasal 15 UU RI No 1 tahun 1946 jo Pasal 160 KUHP dengan ancaman pidana penjara 10 tahun.

Baca: Kronologi Penangkapan Pelaku Vandalisme Musala Darussalam, Ditangkap di Rumahnya,Pelaku Masih Remaja

Baca: Heboh Aksi Vandalisme di Mushala Tangerang, Pelaku Berusia 18 Tahun, Apa Motifnya?

Mengenai motif pelaku, jenderal bintang dua ini menyatakan kelimanya ‎melakukan vandalisme karena tidak puas dengan kebijakan pemerintah.

"Memang kelompok pelaku ini motifnya melakukan vandalisme karena tidak puas dengan kebijakan pemerintah. Mereka berupaya memanfaatkan situasi saat ini. Ditengah keresahan masyarakat menghadapi pandemi corona, mereka mengajak untuk melakukan keonaran," tambah Nana.

Sementara itu, barang bukti yang berhasil disita yakni ‎dua cat semprot, dua lembar kertas bertuliskan ''Sudah Krisis Saatnya Membakar'', tiga KTP atas nama tersangka, STNK, dompet, uang Rp 2,9 juta.

Turut disita pula buku harian warna merah, dua handphone, ‎satu laptop bertuliskan Bukan Milik Negara, kertas bertuliskan Anti Fasis, belati gagang kayu, golok berikut sarungnya hingga beberapa buku.

Baca: Sempat Jadi Sasaran Aksi Vandalisme, Kini JPO Gelora Bung Karno Sudah Bersih Dari Coretan

Untuk diketahui kelompok pelaku menebar teror aksi vandalisme di tengah wabah virus corona yang sangat meresahkan warga.

Beberapa tulisan itu yakni: Sudah Krisis Saatnya Membakar, ‎Bunuh Orang-Orang Kaya dan Mau mati Konyol atau Melawan.

Tulisan dibuat menggunakan cat semprot di tempat-tempat keramaian Kota Tangerang, seperti Pasar Anyar, Jalan Kiasnawi.

Sebelum beraksi, kelompok pelaku sempat melakukan rapat di Cafe Egaliter Tangerang. Di cafe itulah tiga pelaku diamankan.

Kelompok Anarko ingin tebar teror vandalisme di Pulau Jawa dan Kalimantan

Kelompok vandalisme Anarko ternyata punya aksi yang sudah direncanakan selain melalukan aksi teror di Kota Tangerang.

Kelompok ini, pada Kamis (9/4/2020) lalu berhasil dicokok oleh Tim Polda Metro Jaya.

Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana mengungkap rencana aksi lain yang lebih mencengangkan dari kelompok ini.

"Dari hasil membuka handphone mereka, didapatkan mereka akan merencanakan aksi pada 18 April2020," kata Nana di Polda Metro Jaya, Sabtu (11/4/2020).

Baca: 2 Remaja Kelompok Anarko Pelaku Vandalisme Divonis 4 Bulan Penjara

Baca: Kelompok Anarko Berencana Serukan Penjarahan dan Pembakaran via Vandalisme pada 18 April

Nana menuturkan aksi itu yakni melakukan vandalisme bersama-sama kelompok Anarko di beberapa kota besar di Pulau Jawa dan Kalimantan.

Tujuannya lagi-lagi menimbulkan keresahan, memanfaatkansituasi pandemi corona untuk melakukan keonaran.

"18 April 2020 mereka mengajak melakukan pembakaran dan penjarahan. Ini sudah mereka rencanakan dan sangat membahayakan, mau membuat suasana tidak kondusif. Kami syukuri, kelompok ini bisa cepat ditangkap jadi rencana mereka terungkap dan bisa dicegah," tegasnya.

Beberapa kali melakukan penyusupan aksi demonstrasi

Nana juga menyampaikan kelompok ini beberapa kali melakukan penyusupan di aksi demonstrasi untuk membuat keonaran.

Sayangnya ketika itu, polisi belum bisa menjerat mereka karena kurang bukti.

"Memang mereka juga berusaha menyusup di kelompok yang sedang aksi untuk memprovokasi.

Berkali-kali diketahui menyusup, tapi kami tidak cukup bukti untuk menangkap mereka," imbuhnya. (tribun network/thf/Tribunnews.com/TribunJakarta.com/Wartakotalive.com).

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas