Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pasang Barrier Beton hingga Kawat Berduri, Polisi Antisipasi Demo UU Cipta Kerja Berujung Anarkis

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo mengatakan pemasangan barrier dilakukan untuk mengantisipasi jika demo berujung anarkis.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pasang Barrier Beton hingga Kawat Berduri, Polisi Antisipasi Demo UU Cipta Kerja Berujung Anarkis
WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN
SUASANA HARMONI - Suasana persimpangan Harmoni ramai lancar tidak ada gejolak meski ada aksi unjukrasa, Selasa (13/10/2020). Meski begitu petugas menjaga dengan ketat kawasan tersebut yang bersinggungan dengan Istana Merdeka. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mahasiswa yang tergabung dalam BEM Seluruh Indonesia (SI) dikabarkan akan melakukan unjuk rasa terkait penolakan UU Cipta Kerja di kawasan sekitar Istana Negara pada Jumat (16/10/2020) siang.

Pantauan Tribunnews.com, arus lalu lintas menuju kawasan Istana Negara mengalami rekayasa.

Bahkan di Jalan Medan Merdeka Barat terlihat pembatas atau barrier.

Barrier yang disiagakan berupa pembatas beton dan juga kawat berduri.

Hal ini membuat kendaraan yang melintas harus melewati jalur busway.

kawat
kawat (Fahdi Fahlevi/Tribunnews.com)

Adapun barrier ini dipasang di jalan raya, tepatnya di depan Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo mengatakan pemasangan barrier dilakukan untuk mengantisipasi jika unjuk rasa berujung anarkis.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami lihat beberapa kali unjuk rasanya anarkis ya, dan ini juga tentu untuk melindungi petugas. Karena dari unjuk rasa kemarin kan juga ada beberapa anggota kami yang terluka," ujar Sambodo, ditemui di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (16/10/2020).

"Jangan sampai nanti kemudian tiba-tiba anggota lagi berjaga, ditabrak sama kendaraan seperti truk. Kan sudah pernah ada kejadian seperti beberapa tahun atau waktu lalu," imbuhnya.

TINJAU POS POLANTAS - Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Sabtu (10/10/2020), meninjau secara langsung kondisi pos polantas yang dirusak dan dibakar massa saat terjadi aksi unjukrasa. Untuk sementara waktu pihaknya mendirikan tenda darurat untuk petugas yang bertugas jaga di lokasi tersebut sambil menunggu perbaikan dan pembangunan pos yang baru selesai. WARTA KOTA/NUR ICHSAN
TINJAU POS POLANTAS - Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo, Sabtu (10/10/2020), meninjau secara langsung kondisi pos polantas yang dirusak dan dibakar massa saat terjadi aksi unjukrasa. Untuk sementara waktu pihaknya mendirikan tenda darurat untuk petugas yang bertugas jaga di lokasi tersebut sambil menunggu perbaikan dan pembangunan pos yang baru selesai. WARTA KOTA/NUR ICHSAN (WARTA KOTA/WARTA KOTA/NUR ICHSAN)

Sambodo mengatakan pemasangan barrier ini adalah standar pengamanan yang dilakukan untuk melindungi anggota kepolisian dan juga pengunjuk rasa yang menyuarakan aspirasinya.

"Tentu ini kami laksanakan standar-standar pengamanan untuk melindungi anggota dan untuk melindungi para pengunjuk rasa," kata dia.

Adapun kepolisian telah memberlakukan rekayasa pengalihan arus lalu lintas.

Berikut rekayasa pengalihan arus lalu lintas di sekitar Istana Negara :

1. Arus lalu lintas dari Jalan Veteran Raya yang akan menuju Jl Veteran III diluruskan ke TL Harmoni.

2. Arus lalu lintas dari Jalan Medan Merdeka Timur yang akan menuju Jalan Medan Merdeka Utara dibelokkan ke kanan ke Jalan Perwira.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas