Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Polisi Gadungan Peras Pembeli Tramadol di Bekasi: Selesai di Kantor Polisi atau Damai Rp 4 Juta

Polisi gadungan peras korbannya yang beli tramadol di toko kosmetik, ajukan tawaran pilih selesai di kantor polisi atau damai bayar Rp 4 juta.

Polisi Gadungan Peras Pembeli Tramadol di Bekasi: Selesai di Kantor Polisi atau Damai Rp 4 Juta
Humas Polres Bekasi Kota
Barang bukti kasus berpura-pura menjadi polisi gadungan, di Bekasi Timur. 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Dua polisi gadungan diringkus aparat Polsek Bekasi Timur, Polres Metro Bekasi Kota.

Keduanya yakni Hendra Hutajulu (27) dan Andi Winarto (22) ditangkap setelah memeras korban usai membeli obat tramadol di satu toko obat dan kosmetik.

"Polsek Bekasi berhasil mengungkap kasus pemerasan dengan mengaku anggota kepolisian, tersangka ditangkap pada Sabtu 21 November 2020 di kontrakan daerah Bekasi," kata Kasubbag Humas Polres Bekasi Kota Kompol Erna Ruswing, Senin (30/11/2020).

Baca juga: Pria 28 Tahun di Solo jadi Polisi Gadungan, Todongkan Pistol Mainan untuk Merampas Harta Korban

Erna menjelaskan, kronologis kejadian bermula saat korban bernama Yoda Akmar (19), membeli obat tramadol dan dipepet dua tersangka menggunaka sepeda motor.

"Dipepet pelaku yang mengaku polisi, korban diperintah untuk berhenti dan turun dari kendaraannya," kata Erna.

Bermodalkan korek api berbentuk pistol, pelaku mengintimidasi korban dan bertanya apa yang baru saja dibeli di toko obat dan kosmetik.

"Korban yang ketakutan menjawab kalau yang dibeli obat tramadol, dari situ pelaku langsung menggeldah dan menyita HP (ponsel) milik korban," terangnya.

Selanjutnya pelaku mengajak korban ke Masjid Darul Hikmah depan Kantor Polsek Bekasi Timur, mereka meminta pelaku untuk memilih mau diselesaikan di kantor polisi atau damai.

"Diancam kalau tidak mau diselesaikan di kantor polisi bisa dibantu damai dengan membayar Rp4 juta," jelasnya.

Baca juga: Aksi Polisi Gadungan Ini Terbongkar saat Apel ke Rumah Pacar, sang Wanita Putri Anggota Brimob

Korban kemudian menelepon bosnya dan menceritakan permasalahan yang tengah menimpanya, tetapi bos korban menolak untuk mentransfer uang Rp 4 juta.

Halaman
12
Editor: Theresia Felisiani
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas