Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dua Ibu Muda Lebih Galak Ketimbang Petugas, Pak Lurah Pun Dicekik, Dipukul dan Dicengkeram

Dua wanita tersebut berinisial RQ (22) dan PK (22), keduanya kini telah dibekuk oleh aparat Polres Metro Jakarta Selatan

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Dua Ibu Muda Lebih Galak Ketimbang Petugas, Pak Lurah Pun Dicekik, Dipukul dan Dicengkeram
Annas Furqon Hakim/Tribun Jakarta
Dua tersangka pengeroyokan Lurah Cipete Utara saat dihadirkan dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (15/12/2020). Lurah Cipete Utara Nurcahya menjadi korban pengeroyokan saat menertibkan kerumunan di kafe Waroeng Brothers, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. 

Ia menyesalkan perbuatan kedua tersangka yang mengeroyoknya.

Meski merasa iba dengan dua tersangka, tetapi Nurcahya enggan mencabut laporan penganiayaan dari kepolisian.

Baca juga: Bersantai Sambil Merokok, Remaja Ini Tiba-tiba Dianiaya Pakai Celurit oleh Geng Motor: Sudah Diadang

Ia ingin proses hukum tetap berjalan sebagai pelajaran.

"Sebenarnya kasihan juga sih lagi pandemi seperti ini, tetapi ini jadi pelajaran untuk kita semua," ucap Nurcahya.

"Saya selaku aparat pemerintah, melakukan kegiatan itu untuk melindungi masyarakat," imbuh dia.

Menurut Nurcahya, saat kejadian kedua pengeroyoknya tidak memakai masker.

Mulut kedua pelaku yang merupakan ibu rumah tangga tersebut tercium bau alkohol.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kecium bau alkohol dan mereka tidak memakai masker," ujarnya.

Kronologi Pemukulan

Tempo hari Nurcahya sudah menceritakan pengalaman yang tak enak saat merazia kerumunan di kafe Waroeng Brothers.

Mulanya ia tengah memantau kerumunan balap liar di Jalan Pangeran Antasari.

"Lalu saya mengecek galian di Jalan Pelita, Cipete Utara, kemudian kami melihat adanya kerumunan di Waroeng Brothers," kata Nurcahya saat dikonfirmasi, Kamis (10/12/2020).

Nurcahya bersama sejumlah anggota Forum Kewaspadaan Dini Masyrakat (FKDM) menghampiri kafe tersebut.

Ia meminta anggota FKDM mengambil foto dan video kerumunan di kafe itu.

Namun, pihaknya mendapat perlawanan dari pengunjung kafe.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas