Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Cerita Para Pemulung Bertahan Hidup di Jakarta

Penghasilan yang pas-pasan dari hasil memulung membuat mereka terkadang mengharap derma di pinggir jalan.

Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Cerita Para Pemulung Bertahan Hidup di Jakarta
TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Suasana Kampung pemulung di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan pada Senin (18/1/2021). 

Selain memulung, ia pun kerap kali mengharap bantuan uang di jalan raya.

"Sawerannya (bantuan) banyak dalam sehari dari orang-orang. Orang melihat kita kasihan, dikasih Rp 100 ribu," terangnya.

Sedangkan Hasnah (40) mengatakan pemulung yang membawa anaknya jauh lebih besar peluang untuk diberikan uang ketimbang memulung sendirian.

"Kalau di jalan pernah ada yang ngasih saya tapi jarang ketimbang pemulung yang bawa anak," tambahnya.

Roimah (37), pemulung lainnya kadang mengajak anaknya untuk turut memulung di jalan.

Menurutnya, saat ini tak bisa mengandalkan sampah di sekitaran kompleks perumahan.

Penghasilannya per bulan kadang hanya cukup untuk makan. Ia dan suami harus mencari pemasukan lain agar utangnya kepada pelapak bisa lunas.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau ngandelin di kompleks perumahan sekarang susah. Soalnya pembantu rumah tangga juga ikut ngumpulin. Saking susahnya, sampai saya bawa anak di jalan bantu suami biar cukup buat sehari-hari," ujarnya.

Gali lobang tutup lobang

Para perempuan di Kampung Pemulung Pondok Labu RT 011 RW 009 sehari-hari menyambung hidup dengan mengais sampah.

Menjadi pemulung merupakan cara mereka bertahan hidup meski pendapatannya dari hasil mengangkuti sampah yang teronggok di kota tak menentu.

Salah satu warga Kampung Pemulung, Hasnah (40) sudah akrab dengan sampah.

Pemandangan di depan rumahnya sehari-hari dipenuhi lautan sampah yang berjibun setiap hari.

Saat ditemui, Hasnah sedang merapikan hasil memulung di tengah bongkahan sampah.

Kedua tangannya sedang mengencangkan tali rafia yang diikat pada tumpukan kardus.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 2/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas