Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Basuki Perintahkan Bongkar Bangunan Grand Kota Bintang: Supaya Developer Tidak Sembarang

Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PUPR mendesak pengembang Grand Kota Bintang, Bekasi untuk membongkar perumahan yang dibangun tidak sesuai standar

Basuki Perintahkan Bongkar Bangunan Grand Kota Bintang: Supaya Developer Tidak Sembarang
tribunnews.com, Lusius Genik
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dan Menteri ATR/BPN Sofyan A. Djalil di Grand Kota Bintang Bekasi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian ATR/BPN dan Kementerian PUPR mendesak pengembang Grand Kota Bintang, Bekasi untuk membongkar perumahan yang dibangun tidak sesuai standar.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menegaskan, pembongkaran sejumlah bidang bangunan Grand Kota Bintang tersebut guna memberikan efek jera. 

Utamanya agar di masa mendatang para developer maupun investor di sektor properti tidak sembarang. 

"Supaya ke depan mereka tahu, jangan melanggar. Kalau melanggar ya kita bongkar, kalau bongkar kan rugi dua-duanya. Ini juga salah satu cara edukasi untuk ke depan supaya developer tidak sembarang," ucap Basuki di Grand Kota Bintang, Bekasi, Rabu (21/1/2021).

Imbas pembangunan perumahan yang tidak sesuai standar oleh developer Grand Kota Bintang, terjadi penyempitan pada Sungai Cakung

Walhasil sungai Cakung tidak mampu menampung debit air yang terlalu besar dan terjadilah banjir.

"Jadi kemarin banjir di kolong tol JORR (Jalan Raya Kalimalang akses Bekasi menuju Cawang), dan ini terjadi terus-menerus," ucap Basuki.

Baca juga: Sofyan Djalil Ungkap Penyebab Banjir di Kolong Tol JORR Kalimalang: Penyempitan Sungai Cakung

Basuki mengungkapkan, setelah kejadian, Kementerian PUPR mengirimkan tim untuk melakukan investigasi di lapangan. 

Dari investigasi itu terungkap terjadi penyempitan pada Sungai Cakung

Yang semula lebarnya 12 meter dan mampu menampung debit air mencapai 1.000 liter per detik, sekarang hanya seluas 6 meter.

"Kita temukan bahwa ini (Sungai Cakung), aslinya kan 12 meter lebarnya. Itu bisa dihitung berapa debit maksimum, begitu masuk sini (meninjau) lebarnya menjadi 6 meter," ucap Basuki.

Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas