Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Virus Corona

KAI Commuter Mencatat Jumlah Penumpang KRL Menurun 70 Persen Selama Penerapan PPKM

PT KAI Commuter mencatat jumlah penumpang KRL Jabodetabek turun 70 persen, sejak PPKM ketat di Jakarta, saat ini jumlahnya 300-375 ribu per hari.

KAI Commuter Mencatat Jumlah Penumpang KRL Menurun 70 Persen Selama Penerapan PPKM
Tribunnews/Jeprima
Penumpang turun dari kereta Commuter Line (KRL) di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan, Selasa (12/1/2021). Operator melakukan pembatasan jam operasional KRL mulai pukul 04.00 WIB hingga 22.00 WIB seiring dengan diberlakukannya masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali pada 11-25 Januari 2020 guna menekan penyebaran Covid-19. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT KAI Commuter mencatat jumlah penumpang Kereta Rel Listrik Jabodetabek turun 70 persen, sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ketat di Jakarta.

Direktur Utama PT KAI Commuter Wiwik Widayanti mengatakan, saat ini jumlah penumpang KRL hanya 300 ribu sampai 375 ribu orang per hari.

"Jumlah ini sangat berbeda jika dibandingkan dengan sebelum adanya pandemi Covid-19, yang penumpang bisa mencapai 1 juta orang per hari," ucap Wiwik saat dikonfirmasi, Senin (8/2/2021).

Baca juga: KRL Yogyakarta-Solo Beroperasi 10 Februari 2021, Ini 11 Stasiun yang Layani Naik Turun Penumpang

Meski begitu, Wiwik mengungkapkan, jumlah penumpang KRL pada 12 Oktober sampai 10 Januari 2021 sempat meningkat hingga 400 ribu orang.

Tetapi, lanjut Wiwik, pada Januari 2021 ini adanya PPKM membuat jumlah penumpang KRL kembali menurun menjadi 300 ribuan pe hari.

Sementara itu menurut VP Corporate Secretary KAI Anne Purba, saat ini jumlah penumpang KRL Jabodetabek menurun hingga 70 persen dibandingkan dengan sebelum adanya pandemi.

"Dalam waktu tertentu, memang terlihat kepadatan. Tetapi itu terjadi pada jam tertentu saja seperti pagi hari pukul 06.00 WIB sampai 08.00 WIB," ujar Anne.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang KRL, BPTJ Sediakan Angkutan Bus Alternatif

Kemudian bila ada antrean yang memanjang dan kepadatan di stasiun, menurut Anne, itu karena adanya penerapan protokol kesehatan physical distancing.

"Saat ini kepadatan penumpang masih terjadi di jam sibuk karena tidak semua perusahaan menerapkan sistem shift kerja," kata Anne.

Jam sibuk saat ini, menurut Anne, telah bergeser tapi tetap terpusat di jam 06.00-08.00 WIB.

Ini perlu kerjasama semua pihak supaya menyebar jam kerja agar tidak terjadi kepadatan di satu waktu.

Ikuti kami di
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Theresia Felisiani
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas