Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Ujaran Kebencian

Penangguhan Penahanan Mustahil Dikabulkan, Gus Nur Pasrah Nasibnya Sama Seperti Ustaz Maaher

Gus Nur menyinggung almarhum Ustaz Maaher At-Thuwailibi yang meninggal saat berada di tahanan.

Penangguhan Penahanan Mustahil Dikabulkan, Gus Nur Pasrah Nasibnya Sama Seperti Ustaz Maaher
tribunnews.com, Danang Triatmojo
sidang gus nur 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terdakwa kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU) Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur, minta kuasa hukumnya tak lagi mengajukan penangguhan penahanan untuk dirinya. Sebab ia merasa mustahil diizinkan untuk hadir secara langsung di ruang sidang.

"Saya baru sadar kayanya nggak mungkin karena dari awal sampai masuk polisi juga sudah disampaikan dengan baik, dengan lembut silakan urus penangguhan. Jadi kuasa hukum sudahlah tidak usah urus penangguhan penahanan lagi," kata Gus Nur yang terhubung secara daring di ruang sidang PN Jaksel, Selasa (16/2/2021). 

Gus Nur menyinggung almarhum Ustaz Maaher At-Thuwailibi yang meninggal saat berada di tahanan.

Diketahui Gus Nur dan Ustaz Maheer berada dalam satu sel tahanan di rutan Bareskrim Polri.

AJUKAN BANDING - Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang diketuai oleh Slamet Riyadi menjatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan terhadap Sugi Nur Raharja alias Gus Nur pada sidang putusan, Kamis (24/10). Gus Nur dianggap terbukti melanggar Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang juncto pasal 45 ayat (3) tentang UU ITE. Menanggapi putusan itu terdakwa mengaku banding sedangkan Jaksa pikir-pikir. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
AJUKAN BANDING - Majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang diketuai oleh Slamet Riyadi menjatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan terhadap Sugi Nur Raharja alias Gus Nur pada sidang putusan, Kamis (24/10). Gus Nur dianggap terbukti melanggar Pasal 27 ayat (3) UU Nomor 19 tahun 2016 tentang juncto pasal 45 ayat (3) tentang UU ITE. Menanggapi putusan itu terdakwa mengaku banding sedangkan Jaksa pikir-pikir. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ (SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Kata dia, Ustaz Maheer tak pernah dikabulkan permohonan penangguhan penahanannya, hingga akhirnya meninggal dunia.

Ia pun pasrah jika nasibnya akan sama seperti almarhum Ustaz Maheer.

"Mau sampai meninggal kaya Ustaz Maaher juga nggak apa - apa. Ustaz Maheer pun sakaratul maut di sini pun juga nggak dikabulkan (penangguhan penahanan) karena saya sekamar dengan beliau," ujar Gus Nur.

Baca juga: Kliennya Tak Dihadirkan Offline, Kuasa Hukum Gus Nur Walkout dari Ruang Sidang

"Saya tahu persis (Ustaz Maheer) buang air besar, kencing jatuh di kamar mandi ganti pampers itu orang lain yang ganti, itu harusnya secara kemanusiaan diberikan penanguhan penahanannya. Tapi ternyata tidak. Jadi sudah tidak usah penangguhan penahanan lagi," sambung dia.

Diketahui tim kuasa hukum Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur walkout dari sidang lanjutan kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (16/2/2021).

Mereka memilih walkout atau keluar dari persidangan lantaran Gus Nur tetap tidak dihadirkan secara langsung di ruang sidang oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Diketahui dalam persidangan yang digelar pukul 11.00 WIB ini, dua orang saksi dari JPU juga kembali absen.

Sejatinya dua saksi yang diajukan JPU untuk hadir adalah eks Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut, dan Ketua Pengurus Besar Nadhatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj. Pada gelaran sidang pekan lalu, keduanya juga tidak hadir sehingga persidangan terpaksa ditunda.

Dengan kondisi tersebut, sidang ditunda dan dijadwalkan digelar kembali pada Selasa (23/2/2021) pekan depan.

Sebelum menutup sidang, Hakim Ketua Toto Ridarto meminta JPU bisa menghadirkan saksi yang telah diajukan pada sidang berikutnya. 
 

Ikuti kami di
Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Johnson Simanjuntak
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas