Tribun

Penembakan di Cengkareng

Jadi Korban Penembakkan Bripka CS, Fery Saut Simanjuntak Dimata Seno : Teman Terbaik Saya

Selama hidupnya, almarhum Fery dikenal sebagai pribadi yang ramah dan tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun yang dia kenal.

Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Jadi Korban Penembakkan Bripka CS, Fery Saut Simanjuntak Dimata Seno : Teman Terbaik Saya
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Nur Santoso alias Seno (60) sahabat dekat Fery Saut Simanjuntak semasa hidup, Jumat (26/2/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Langit di wilayah Kedoya Utara, Jakarta Barat tepatnya di Jalan Pesing Garden RT 011/RW 02 pada hari ini, Jumat (26/2/2021) pukul 10.30 WIB terlihat cerah berawan.

Terpantau di sebuah sisi jalan terdapat dua karangan bunga berjajar di depan rumah berwarna putih, yang disertai tulisan 'Turut Berduka Cita Bapak Fery Saut Simanjuntak'  dihiasi dengan perpaduan warna biru dan kuning.

Fery Saut Simanjuntak merupakan satu di antara tiga korban meninggal akibat tindakan brutal seorang anggota kepolisian Bripka CS di Cafe RM Cengkareng, Jakarta Barat.

Baca juga: Bripka CS dalam Kondisi Mabuk Saat Tembaki Anggota TNI dan 2 Warga Sipil di Kafe Cengkareng

Selama hidupnya, almarhum Fery dikenal sebagai pribadi yang ramah dan tidak pernah memiliki masalah dengan siapapun yang dia kenal.

Nur Santoso alias Seno (60) menjadi seorang saksi perjalanan Fery Saut Simanjuntak semasa hidup.

Dia mengungkapkan, almarhum merupakan teman terbaik yang pernah dirinya kenal.

"Pergaulannya (Fery) cukup lugas, baik sama orang, gak pernah bermasalah yang saya tahu selama saya berteman sama dia, menurut saya dia terbaik lah buat temen saya," kata Seno sambil menunjuk karangan bunga bertuliskan nama temannya, Jumat (26/2/2021).

Dalam persahabatan mereka berdua, Seno memiliki panggilan akrab untuk almarhum Fery, panggilan tersebut kerap dilontarkannya ketika menyapa almarhum.

"Kalau dia berangkat kerja saya manggil dia (Fery) buat nyapa, 'Hai tak', panggilan saya ke dia juntak," ungkapnya dengan raut muka keikhlasan.

Baca juga: Kapolri Keluarkan Instruksi Sikapi Penembakan di Cengkareng: Bripka CS Diberhentikan Tidak Hormat !

Kendati demikian kata Seno, beberapa tahun belakangan ini dirinya sudah jarang bertemu dengan Fery, itu disebabkan karena adanya kesibukan di antara mereka berdua.

Fery Saut Simanjuntak ini tinggal mengontrak di daerah Kedoya, karena tempat kerjanya tersebut yang menjadi alasan Fery pindah rumah.

Sedangkan Seno tetap menetap dan bekerja di wilayah perkampungan Pesing Garden yang juga merupakan tempat singgah peti almarhum Fery Saut Simanjuntak sebelum diberangkatkan ke Medan, Sumatera Utara.

Saat mendengar kabar temannya menjadi satu di antara korban tindakan brutal Bripka CS, pria berambut panjang terkuncir ini mengaku terkejut.

Dirinya bahkan sempat tidak mempercayai sebelum melihat berita dan kabar yang beredar serta menyesali hidup melihat hidup temannya berakhir secara tragis.

Baca juga: Pangdam Jaya Instruksikan Prajuritnya Tidak Terprovokasi Penembakan 1 Anggota TNI di Cengkareng

"Yang namanya teman, saya juga ikut berduka juga apalagi orangnya (Fery) kalem, gak banyak omong, baik orangnya baik, kalau menurut kaca mata saya, gak pernah bermasalah di sini, baik orangnya," katanya seraya menundukkan kepala.

Sebagai bentuk pelepasan terakhir dengan Fery, Seno mengaku tidak segan untuk membantu membawa peti jenazah Fery ke mobil ambulan untuk dibawa ke bandara.

"Saya ikut bawa peti jenazahnya ke ambulan, sekitar jam 11 malam dia dibawa ke bandara," ungkapnya mengikhlaskan.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas