Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Temukan Warganya Konsumsi Kental Manis, Ini Langkah Pemkot Bekasi

Pemberian Kental Manis kepada balita itu tergantung pengasuhan dari ibunya, apakah memberikannya karena mengikuti kesukaan anak atau aturan ibunya

Temukan Warganya Konsumsi Kental Manis, Ini Langkah Pemkot Bekasi
net
Kental Manis 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Angka stunting di Kota Bekasi dari tahun ke tahun mengalami penurunan.

Tahun 2020 angka stunting di kota ini hanya mencapai 10,6% atau masih di bawah ambang batas nasional.

Stunting adalah masalah gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu lama.

Hal ini terjadi karena asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Sayangnya, di tengah rendahnya angka stunting di Kota Bekasi ini, masih ada anggota masyarakatnya yang memberikan Kental Manis kepada para balita.

Saat melakukan edukasi mengenai gizi kepada masyarakat di Rawa Semut, Margahayu, Bekasi Timur, Yayasan Abipraya Insan Cendikia (YAICI) dan Koalisi Perlindungan Kesehatan Masyarakat (KOPMAS), menemukan beberapa anak balita yang mengkonsumsi Kental Manis.

Fattah, merupakan balita berumur 4 tahun mengonsumsi kental manis dengan rasa cokelat.

Ia mengkonsumsinya sebanyak 3 hari sekali menggunakan botol.

Baca juga: Penculikan Anak Modus Iming-iming Ikan Cupang Terjadi di Bekasi Utara 

Habibah, balita berumur 4 tahun mengkonsumsi Kental Manis sebanyak 1 sampai 2 hari sekali dengan varian coklat.
Alya, berumur 4,5 tahun suka minum kental manis dengan varian putih.

Kemudian Iyan, balita berumur 3,5 tahun sudah minum kental manis sejak umur 2 tahun.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: Eko Sutriyanto
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas