Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Paskah 2021

Gelar Ibadah Tatap Muka Saat Pandemi Covid-19, Ini Perubahan Prosesi di Gereja Katedral Jakarta

Gereja Katedral Jakarta menggelar ibadah Jumat Agung yang termasuk dalam Tri Suci Paskah secara tatap muka, Jumat (2/4/2021).

Gelar Ibadah Tatap Muka Saat Pandemi Covid-19, Ini Perubahan Prosesi di Gereja Katedral Jakarta
Tribunnews.com/ Rizki Sandi Saputra
Gereja Katedral Jakarta yang mulai kemarin sudah menggelar ibadah Tri Suci Paskah, Jumat (2/4/2021). 

Laporan Reporter Tribunnews.com, Rizki Sandi Saputra

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gereja Katedral Jakarta menggelar ibadah Jumat Agung yang termasuk dalam Tri Suci Paskah secara tatap muka, Jumat (2/4/2021).

Humas Keuskupan Agung Gereja Katedral Jakarta Susyana Suwadie mengatakan, pelaksanaan ibadah Jumat Agung tahun ini dilaksanakan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan, seperti menerapkan pengurangan waktu ibadah.

Hal tersebut dilakukan pihaknya mengingat angka kasus positif Covid-19 khusunya di Jakarta belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.

Baca juga: Hidangan Spesial Hari Paskah Enak dan Mudah Dibuat, Simak Resep dan Cara Membuatnya

"Prosesi ibadah dipersingkat dari 90 menit menjadi 60 menit meski tidak mengurangi makna Jumat Agung itu sendiri," katanya kepada wartawan di Gereja Katedral Jakarta, Jumat (2/4/2021).

Lebih lanjut kata dia, untuk pelaksanaan ibadat Tri Suci Paskah tahun ini dilakukan dengan dua cara, yakni secara tatap muka dan virtual.

Kata Susyana dalam segi pembagian waktunya dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pertama pada pukul 15.00 WIB dan kedua pada pukul 18.00 WIB.

Baca juga: Tim Penjinak Bom Bersiaga Amankan Ibadah Paskah di Gereja Katedral Jakarta

"Pada hari ini akan dilaksanakan dua kali misa tatap muka disertai daring yaitu di pukul 15.00 dan pukul 18.00 dan pukul 15.00 akan dipimpin oleh bapak uskup sendiri," katanya.

Tidak hanya itu, jumlah kehadiran umat di gereja katedral juga dibatasi menjadi hanya 20 persen kapasitas, yang berarti hanya akan ada 309 jemaat setiap sesinya.

Namun tidak semuanya bisa memasuki area dalam ibadah Gereja.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: Adi Suhendi
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas