Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kerumunan Massa di Acara Rizieq Shihab

Di RS UMMI Bogor, Rizieq Shihab dapat Hak Istimewa sebagai Pasien

Terdakwa kasus hasil test swab palsu di Rumah Sakit (RS) UMMI Bogor, Muhammad Rizieq Shihab (MRS) diberikan hak istimewa saat saat mendapati perawatan

Di RS UMMI Bogor, Rizieq Shihab dapat Hak Istimewa sebagai Pasien
Tribunnews.com/Rizki Sandi Saputra
Jalannya persidangan lanjutan kasus hasil test swab palsu atas terdakwa Muhammad Rizieq Shihab di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, Rabu (21/4/2021). 

"Dokter Hadiki selaku pendamping Rizieq kemudian melakukan operan (penyerahan pasien, beserta keterangan pemeriksaan sebelumnya) secara lisan kepada saya, Hadiki melaporkan bahwa Rizieq terkonfirmasi (Covid-19) usai jalani rapid antigen di kediamannya di kawasan Sentul," kata Nerina dalam persidangan, Rabu (21/4/2021).

Kendati begitu, pernyataan terkonfirmasi dari Hadiki tersebut menjadi perdebatan di ruang sidang antara Majelis Hakim Khadwanto dan Nerina.

Lantas, Khadwanto menanyakan definisi kedokteran perihal terkonfirmasi tersebut kepada Nerina.

Kata Nerina, istilah terkonfirmasi dalam Covid-19 yakni hasil postif dari seseorang yang sudah jalani tes swab PCR.

Baca juga: Tiba di RS UMMI Ternyata Rizieq Shihab Tak Langsung di Tes PCR

"Begini yang mulia kalau terkonfirmasi itu artinya sudah dilakukan swab PCR. Kata-kata terkonfirmasi itu base on swab PCR," jawabnya. 

Kendati begitu saat Nerina meminta bukti hasil test swab dari Hadiki selaku pemeriksa test rapid antigen Rizieq, yang bersangkutan mengaku tak membawa hasil tesnya.

Guna menindaklanjuti operan dari Hadiki, Nerina mengaku hanya melakukan tes kesehatan secara umum di antaranya pemeriksaan laboratorium dan CT Scan Toraks (pemeriksaan dada).

Pasalnya kata dia, sesama kolega dokter penyakit dalam, dirinya mempercayai bahwa Hadiki telah melakukan test swab PCR atas Rizieq Shihab.

Oleh karenanya saat itu, pihak RS UMMI tidak kembali melakukan test swab PCR karena sebelumnya sudah dilakukan test rapid berdasarkan operan lisan dari Hadiki.

"Kemudian saya selaku dokter operan sesama penyakit dalam saya juga saya tentunya percaya apa yang disampaikan beliau dan tidak melakukan pemeriksaan dari nol (test swab PCR) tetapi kami melengkapi seluruh pemeriksaan, saya periksa, kemudian saya cek laboratorium saya CT scan toraks semua hasil itu memang mendukung," tukas Nerina. 

Halaman
123
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas