Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Viral Suasana Pasar Tanah Abang Dipadati Warga, DPR Kritik Pemprov DKI Tidak Siap Antisipasi

Viral suasana Pasar Tanah Abang, Jakarta dipadati warga, DPR mengkritik Pemprov DKI Jakarta tidak siap antisipasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Shella Latifa A
Editor: Tiara Shelavie
zoom-in Viral Suasana Pasar Tanah Abang Dipadati Warga, DPR Kritik Pemprov DKI Tidak Siap Antisipasi
Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga berbelanja di Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). - Viral suasana Pasar Tanah Abang Jakarta dipadati warga yang berkunjung, DPR kritik Pemprov DKI Jakarta tidak siap antisipasi. 

TRIBUNNEWS.COM - Beberapa waktu ini suasana Pasar Tanah Abang, Jakarta yang padat dengan kerumunan warga, viral di media sosial.

Pada foto hingga video yang beredar, terlihat warga mengunjungi pasar tanpa adanya jaga jarak.

Melihat hal ini, Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mengkritik kinerja Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

Menurutnya, pemerintah setempat tidak siap dalam mengantisipasi kerumunan warga di pasar itu.

Baca juga: Dukung Kebijakan Buka-Tutup Pasar Tanah Abang, Sahroni: Jalan Tengah Antara Prokes dan Roda Ekonomi

"Aparat pemerintah di daerah tidak siap terhadap antisipasi gejolak membludaknya Pasar Tanah Abang," ucapnya, dikuti dari laman dpr.go.id, Minggu (2/5/2021).

Rahmad mengatakan, hal itu terlihat dari tidak adanya penyekatan hingga tak ada penutupan pintu masuk pada kawasan Tanah Abang.

"Ketidaksiapan ini terlihat dari tidak adanya penyekatan, tidak ada penutupan pintu-pintu masuk transportasi menuju ke Tanah Abang."

Rekomendasi Untuk Anda

"Semua dilakukan setalah adanya kerumunan yang banyak di area Pasar Tanah Abang,” jelas Rahmad.

Warga berbelanja di Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini, sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan
Warga berbelanja di Blok B Pusat Grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (2/5/2021). Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengakui adanya lonjakan pengunjung di pusat tekstil terbesar se-Asia Tenggara tersebut dari sekitar 35.000 pengunjung pada hari biasa menjadi sekitar 87.000 orang pada akhir pekan ini, sehingga pihaknya menyiagakan sekitar 750 petugas untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan guna mencegah penularan Covid-19. Tribunnews/Irwan Rismawan (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Baca juga: 670 Petugas Gabungan Patroli Jalan Kaki di Pasar Tanah Abang, Tegur Setiap Kali Ada Kerumunan

Melonjaknya pengunjung Pasar Tanah Abang ini berbanding terbalik dengan langkah pemerintah yang sedang gencar mengendalikan penyebar Covid-19.

Lanjut Rahmad, kerumunan warga ini sebenarnya bisa diantisipasi lebih awal.

Antisipasi ini bisa dilakukan pemerintah, melalui konsolidasi hingga sosialisasi kepada masyarakat soal berbelanja menjelang lebaran Hari Raya Idul Fitri.

"Semestinya bisa dikonsolidasikan, dipersiapkan dengan baik menyikapi lonjakan pengunjung ke pasar Tanah Abang,” ucap politisi Partai PDIP itu.

Baca juga: Anies: Hari Ini Pengunjung Pasar Tanah Abang Capai 100 Ribu

Disebutkannya, Pemprov DKI Jakarta bisa bekerja sama dengan pihak aparat keamanan, untuk mengatur kunjungan masyarakat ke Tanah Abang.

Hal tersebut bisa dilakukan dengan relokasi pintu masuk pasar hingga penyekatan.

Selain itu, semua elemen masayrakat seharusnya bisa belajar dari negara India yang sedang krisis menangani pandemi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas