Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Lebaran 2021

Sehari Setelah Lebaran, Kemenhub Sebut Jumlah Penumpang KRL di Manggarai Mencapai 200 Ribu

Jumlah pergerakan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) pada H+1 Lebaran di Stasiun Manggarai mencapai 200 ribu orang.

Sehari Setelah Lebaran, Kemenhub Sebut Jumlah Penumpang KRL di Manggarai Mencapai 200 Ribu
WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Ilustrasi penumpang KRL. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat, jumlah pergerakan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) pada H+1 Lebaran di Stasiun Manggarai mencapai 200 ribu orang.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menyebutkan, jumlah ini menurun dibandingkan masa normal sebelum berlakunya pengetatan pengendalian transportasi pada 13 April 2021 yaitu sebanyak 368.805 orang.

"Melihat kondisi tersebut, kami memperkirakan penumpang KRL pada Sabtu dan Minggu besok akan meningkat hingga 300 ribu sampai dengan 400 ribu penumpang KRL per harinya," ucap Budi Karya dalam keterangannya, Jumat (14/5/2021).

Baca juga: Libur Lebaran, Layanan KRL Jabodetabek Hanya Sampai Pukul 20.00 WIB

Maka dari itu untuk mengantisipasi kepadatan penumpang KRL, Budi Karya mengungkapkan, akan meminta pengelola KRL untuk mengawal protokol kesehatan dan pembatasan kapasitas penumpang.

"Saya juga meminta untuk mengintensifkan pengecekan kesehatan secara acak, menggunakan rapid tes antigen di sejumlah stasiun keberangkatan  yang berpotensi mengalami penumpukan penumpang," ucap Budi Karya.

Selain itu Budi Karya juga menjelaskan, untuk mengendalikan pergerakan transportasi di kawasan aglomerasi, Menhub meminta kepada Pemerintah Daerah di wilayah aglomerasi seperti Jabodetabek, Medan, Semarang, Surabaya, Bandung dan Makassar untuk melakukan pemetaan lokasi yang kemungkinan terjadi kepadatan untuk mencegah potensi terjadi penyebaran Covid-19.

"Pergerakan transportasi di aglomerasi memang diperbolehkan, tetapi protokol kesehatan harus tetap dijaga dan jangan sampai terjadi kerumunan yang tidak terkendala," ujar Budi Karya. 

Ikuti kami di
Penulis: Hari Darmawan
Editor: Hasanudin Aco
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas