Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Milenial Bersimpati atas Keteguhan dan Kesabaran Aparat Selama Larangan Mudik

Keteguhan, keuletan dan kesabaran aparat penegak larangan mudik Lebaran tahun ini memicu rasa simpati kalangan milenial.

Milenial Bersimpati atas Keteguhan dan Kesabaran Aparat Selama Larangan Mudik
Dok. pribadi
Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono didampingi Dirlantas Polda Jabar Kombes Pol Eddy Djunaedi menempelkan stiker pada mobil pemudik yang telah mengikuti rapid test antigen di Rest Area Kilometer 62 tol Jakarta-Cikampek arah menuju Jakarta, Minggu (16/5/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Keteguhan, keuletan dan kesabaran aparat penegak larangan mudik Lebaran tahun ini memicu rasa simpati kalangan milenial.

Aparat penegak larangan mudik Lebaran 2021, yang terdiri dari personel Polri, TNI, Kemenhub, Dishub dan Satpol PP setiap daerah diakui sukses membatasi jumlah pemudik dengan cara yang humanis dan penuh sopan santun.

“Bayangkan, betapa sulitnya tantangan yang dihadapi aparat di lapangan,” ungkap Koordinator Nasional Milenial Muslim Bersatu (MMB), Khairul Anam. MMB adalah organisasi kalangan milenial yang pertama kali menyatakan simpati terhadap cara kerja dan keberhasilan aparat pelaksana Larangan Mudik Lebaran 2021.

Menurut Khairul, di lapangan para petugas berhadapan langsung dengan para pemudik yang secara psikologis sudah dibelenggu rasa rindu untuk pulang kampung dan bertemu sanak keluarga mereka.

Ditambah rasa penat selama perjalanan, serta kekecewaan manusiawi manakala mereka diminta putar balik kembali ke awal perjalanan, wajar bila tak jarang para pemudik marah dan kecewa.

“Saya sempat ikut berada di titik penyekatan, dan bukan satu dua pemudik yang marah karena mereka diminta putar balik. Ada yang hanya ngedumel, namun banyak juga yang marah-marah, membentak petugas dan menghina mereka,” kata Khairul.

Dia mengatakan, selama berada di titik penyekatan tersebut, beberapa pemudik bahkan mencoba melawan dan memaksa hendak menerobos portal penyekatan. Untunglah hal tersebut bisa diatasi petugas.

“Yang membuat saya kagum, para aparat yang melaksanakan tugas tersebut rata-rata tenang, kalem, bahkan manakala mereka dihina dan dipertanyakan pangkatnya. Saya tak bisa membayangkan andai saja ada di antara petugas tersebut yang terpancing emosi dan melayani keisengan para pemudik dari jenis mbalelo tersebut,” tuturnya.

Untuk itu Khairul menyatakan salut kepada Kepala Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri, Irjen Istiono yang jauh-jauh hari mengatakan bahwa Operasi Ketupat 2021 mengedepankan tindakan persuasif dan humanis. Hal tersebut disampaikan Irjen Istiono saat gelar pasukan Operasi Ketupat 2021 yang digelar di Polda Metro Jaya, Rabu (5/5) lalu.

“Saat itu Kakorlantas, dengan perintah tegas Kapolri, menyatakan dan mewanti-wanti aparat Polri bahwa Operasi Ketupat 2021 adalah operasi kemanusiaan yang mengedepankan tindakan persuasif dan humanis, dan merupakan amanah Kapolri," ujar Khairul, mengulang apa yang ditegaskan Kakorlantas.

Halaman
123
Editor: Toni Bramantoro
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas