Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Mengalami Lonjakan dalam 3 Hari Terakhir

Jumlah keterisian tempat tidur di rumah sakit darurat itu sebagian diisi oleh pasien dari klaster pemudik atau acara halalbihalal.

Pasien Covid-19 di RSD Wisma Atlet Mengalami Lonjakan dalam 3 Hari Terakhir
KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Petugas kesehatan menggunakan alat pelindung diri saat memberikan berkas pasien Covid-19 saat tiba di pos pemeriksaan IGD Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19, Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2020). Gubernur Anies Baswedan pada Sabtu pekan lalu mengatakan saat ini pasien terpapar Covid-19 dengan status Orang Tanpa Gejala atau OTG akan dirawat di RSD Wisma Atlet, sebanyak 1.740 pasien Covid-19 yang dirawat inap hingga Rabu, 16 September 2020. 
p>TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Pasien Covid-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta terus bertambah.

Jumlah keterisian tempat tidur di rumah sakit darurat itu sebagian diisi oleh pasien dari klaster pemudik atau acara halalbihalal.

Per Sabtu (12/06/2021) sebanyak 75% dari kapasitas tempat tidur Wisma Atlet sudah terisi pasien Covid-19 bergejala.

"Kemudian, kemarin 661 pasien masuk ke rumah sakit darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran. Ini semua bergejala dan yang harus menjadi kewaspadaan masyarakat luas adalah tadi okupansinya sudah mencapai 75,19%. Jadi pasien yang dirawat adalah sejumlah 4.509 pasien," ucap Humas RSDC Wisma Atlet Letkol M Arifin kala ditemui di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (12/6/2021) dikutip dari Kompas.TV.

Data pasien di Wisma Atlet Kemayoran dalam kurun tiga hari menunjukkan peningkatan signifikan.

Pada 9 Juni, tingkat keterisian tempat tidur mencapai 53,73% atau 3.221 pasien yang dirawat.

Baca juga: Ganjar Ungkap Pesan Penting dari Jokowi Terkait Lonjakan Kasus Covid-19 di Jateng

Kemudian selang satu hari, jumlah pasien yang dirawat meningkat sekitar 7%, sehingga tingkat hunian menyentuh 60% atau 3.626 pasien.

Di tanggal 11 Juni, pasien terus bertambah hingga tembus 4.000 pasien dengan tingkat keterisian 67,05%.

Klaster penelusuran kontak pemudik dan acara silaturahmi pascalebaran jadi penyumbang peningkatan pasien terbanyak di rumah sakit yang beroperasi pada Maret 2020 lalu. 

Beberapa diantaranya adalah klaster keluarga dari kelurahan Ciracas dan Cilangkap, Jakarta Timur.

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas