Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pelaksanaan Eksekusi oleh PN Jakarta Utara Dikhawatirkan Menimbulkan Klaster Covid-19

Termohon Eksekusi Pengosongan tidak menyangka hal tersebut menimbulkan keramaian dan dikhawatirkan berpotensi menjadi klaster baru Covid-19.

Pelaksanaan Eksekusi oleh PN Jakarta Utara Dikhawatirkan Menimbulkan Klaster Covid-19
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Pengadilan Negeri Jakarta Utara. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya Eksekusi Pengosongan sebidang tanah dan bangunan di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (16/6/2021) berlangsung tanpa perlawanan dari Pihak Termohon Pengosongan.

Termohon Eksekusi Pengosongan tidak menyangka hal tersebut menimbulkan keramaian dan dikhawatirkan berpotensi menjadi klaster baru Covid-19.

Bahkan Ketua RW setempat juga mengeluhkan keramaian yang terjadi pada saat Eksekusi Pengosongan, yang notabene dihadiri oleh Kepolisian, TNI, Satpol PP, Pengadilan Negeri Jakarta Utara, dan perbantuan Eksekusi Pengosongan.

Seperti yang dijelaskan, LFT adalah salah seorang Pemilik Jaminan dari sebidang tanah seluas 985 m2 berikut bangunan diatasnya dengan sertifikat Hak Milik Nomor 5075 yang menjadi jaminan atas sebuah perjanjian kredit yang dimana dalam perjanjian kredit tersebut menurut PT. Bank QNB Indonesia tidak melaksanakan kewajibannya sebagai Lembaga Perbankan yang baik dan patuh terhadap Perjanjian Kredit yang telah disepakati Bersama.

“Ibu yang berinisial nama LFT tidak pernah mengetahui dan atau diberitahukan oleh PT Bank QNB alasan yang jelas dan rinci, serta berdasarkan kronologi yang sebenarnya mengapa pelelangan atas sebidang tanah dan bangunan miliknya dilelang,” ujar Kuasa Hukum Ny LFT, Kristopel Manurung, dalam keterangannya, Senin (14/6/2021).

Dia menegaskan bahwa dalam perjanjian kredit yang disetujui oleh Ny LFT  ada satu klausul yang menerangkan bahwa jaminan yang diberikan oleh Ny LFT akan dibebankan dengan hak tanggungan.

Baca juga: Mendagri: Ada Kelalaian Protokol Kesehatan Terkait Kenaikan Kasus Covid-19

Sementara sampai dengan dilaksanakannya eksekusi pengosongan hari ini, kata dia, Ny LFT tidak pernah mengetahui dan tidak pernah memberikan kuasa kepada siapapun untuk membebankan jaminan tersebut dalam pembebanan hak tanggugan.

Menurut Kristopel Manurung, Ny LFT  pada bulan januari telah diberitahukan bahwa tanah dan bangunan milik LFT telah dilelang berdasarkan Grosse Risalah Lelang nomor 20/29/2021 yang dimenangkan saudara Edy selaku penanam saham pada PT. Balai Lelang Merah Putih yang diketahui adalah balai lelang swasta yang merupakan pelaksana lelang atas tanah dan bangunan milik LFT.

“Menurut kami hal ini adalah temuan/kejanggalan yang menimbulkan kecurigaan atas pelaksanaan lelang, dan pada bulan Maret 2021 kami telah menerima penetapan eksekusi atas tanah dan bangunan milik Ny LFT dari Pengadilan Negeri Jakarta Utara, sejak saat kami mengetahui bahwa adanya penentapan eksekusi tersebut," ujar Kristopel Manurung.

Lanjut dia, LFT selaku warga negara yang patuh pada hukum yang berlaku di Negara Republik Indonesia telah mendaftarkan gugatan perlawanan atas eksekusi tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Halaman
12
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Hasanudin Aco
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas