Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kisah Emak Fitriani, Hidup Miskin Sebatang Kara di Jagakarsa, Anak Kabur dan Suami Meninggal

Emak Fitriani kini tinggal di Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, di sebuah kontrakan sempit bercat hijau seorang diri.

Kisah Emak Fitriani, Hidup Miskin Sebatang Kara di Jagakarsa, Anak Kabur dan Suami Meninggal
Tribun Jakarta/Satrio Sarwo Trengginas
Emak Fitriyani (56) yang hidup sebatang kara di kontrakannya, di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2021). 

TRIBUNJAKARTA.COM - Inilah sisi lain suramnya kehidupan di ibukota Jakarta. Tidak semua warganya yang hidup di kota ini beruntung dan mendapat kehidupan yang mapan.

Seperti pahitnya pengalaman hidup yang dirasakan emak Fitriyani. Dia kini tinggal di Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, di sebuah kontrakan sempit bercat hijau seorang diri.

Suaminya sudah meninggal. Sementara anak semata wayangnya bernama Muhammad Wahyudin (26), kini pergi entah kemana.

Ditemui di kediamanya oleh wartawan Tribun Jakarta, Satrio Sarwo Trengginas, Senin, 15 Juni 2021, tangis emak Fitriani pecah ketika bercerita tentang kepergian Wahyudin.

Sudah lebih dari setahun ini Wahyudin meninggalkannya di kontrakan tanpa ada kabar. Kehidupan emak Fitriyani kini makin terpuruk seiring dengan datangnya pandemi Covid-19.

Emak Fitriyani menyatakan, saat terakhir kali bertemu anaknya, Wahyudin berpamitan kepadanya untuk pergi ke rumah teman.

Sejak saat itu Wahyudin belum pernah pulang ke kontrakan lagi.

"Anak saya sudah lupa sama orangtuanya. Sudah 16 bulan enggak pulang. Bilangnya mau pergi ke rumah teman. Enggak pernah ngabarin saya," ujarnya seraya menangis.

Emak Fitriani4
Emak Fitriyani (56) yang hidup sebatang kara di kontrakannya, di kawasan Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (15/6/2021).

Sementara suaminya meninggal saat emak Fitriyani mengandung Wahyu di tahun 1995.

Ketika melahirkan, cerita emak Fitriyani, Wahyu sudah tak memiliki ayah. Kini, emak Fitriyani pun harus berjuang seorang diri untuk bertahan hidup.

Halaman
1234
Penulis: Choirul Arifin
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas