Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Virus Corona

Tolak Ajakan Demo PPKM, Mitra Ojol Pilih 'Narik' Cari Nafkah 

Komunitas Ojek Online (Ojol) menegaskan tidak terlibat dalam rencana dan tidak ada niat ikut serta dalam beredarnya kabar seruan aksi nasional. 

Tolak Ajakan Demo PPKM, Mitra Ojol Pilih 'Narik' Cari Nafkah 
WARTA KOTA/WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Sejumlah komunitas ojek online memakai rompi tim Pemburu Covid-19 saat peluncuran di Halaman Promoter Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (17/12/2020). Polda Metro Jaya meluncurkan Tim pemburu Covid-19 dari komunitas Ojol dengan tujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat akan bahayanya Covid-19. Mereka disebar untuk mengingatkan masyarakat untuk tidak berkerumun. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komunitas Ojek Online (Ojol) menegaskan tidak terlibat dalam rencana dan tidak ada niat ikut serta dalam beredarnya kabar seruan aksi nasional. 

Selain tidak perlu ikut berpolitik, komunitas Ojol memilih fokus mencari nafkah untuk keluarga ketimbang turut serta demo yang disebut-sebut akan dilaksanakan hari ini. 

Pendiri Persatuan Driver Gojek Indonesia (PDGI) Jefry Supriyadi mengatakan pihaknya tidak pernah terlibat dalam seruan aksi yang sedang marak beredar tersebut. 

”PDGI tidak pernah ikut menyerukan atau ikut demo apapun. Informasi ini sekali lagi bukan dari PDGI,” ujar Jefry, kepada wartawan, Sabtu (24/7/2021). 

Pernyataan yang sama juga dilontarkan Mardian, driver Ojol yang juga Ketua PDGI Bekasi. 

"Yang pasti dari PDGI kami tidak ikut berpolitik. Kami hanya mencari nafkah di bawah nama perusahaan aplikasi Gojek Indonesia. Bukan organisasi yang di luar sana coba ngatur-ngatur pemerintah seakan-akan dirinya mampu," kata Mardian. 

Baca juga: KSP Sebut Aksi Menolak PPKM Minim Empati terhadap Nakes dan Masyarakat

Terkait dengan beredarnya poster seruan aksi, kata Mardian, benar atau tidaknya pun belum bisa dibuktikan. Dia meyakini ada pihak yang menyebar isu dan melibatkan nama Ojol.

"Benar atau tidaknya (ada demo) setahu saya isu namun memang ada yang mencatut nama Ojol," jelas Mardian.

Mardian menyadari jumlah mitra Ojol bahkan termasuk taksi online sangat banyak sehingga sulit mengontrol satu per satu.

Pihaknya hanya menjaga dari sisi komunitas dan melakukan koordinasi berdasarkan wilayah operasi.

“Kami hanya menghimbau komunitas kami masing masing agar tetap tidak ikut serta dalam aksi tersebut jika memang ada ya kalaupun ikut kami atas nama organisasi tidak bertanggung jawab jika ada suatu lain hal yang terjadi pada dirinya,” ungkapnya.

Ketua Aliansi Driver Jakarta Utara Irwanto yang akrab disapa Babe Bewok menegaskan terlepas kalaupun isu demo itu benar akan terjadi, dirinya dan komunitas lebih memilih bekerja seperti biasa.

“Terlebih sepanjang yang saya tahu di Jakarta tidak ada pergerakan. Kita para tokoh (mitra Ojol) baru ada diskusi bersama Kapolda dan pak dir (Direktorat Lalu lintas) terkait penyekatan dan permintaan kami ojol dikabulkan untuk bekerja, jadi bisa jalan walau ada penyekatan,” terangnya.

Dengan begitu, kata Babe, yang sehari-hari menjadi mitra Gojek, Ojol tidak ada kepentingan untuk ikut dalam rencana demo yang memprotes kebijakan PPKM Darurat tersebut. 

“Terlepas ada atau tidaknya (demo) intinya Gojek bukan bagian dari aksi itu. Saya tidak mendukung. Kita tetap bekeja seperti biasa. Semoga saja besok kondusif,” kata Babe. 

Penulis: Vincentius Jyestha Candraditya
Editor: Johnson Simanjuntak
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas