Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
Desktop Version

Jual Ribuan Ekstasi Dalam Kapsul Berkedok Obat Covid-19, Bandar Narkoba di Tangerang Diciduk Polisi 

Bandar ekstasi di Kota Tangerang menggunakan modus menyamarkan barang dagangannya sebagai obat Covid-19 untuk mengelabui petugas di bandar udara.

Jual Ribuan Ekstasi Dalam Kapsul Berkedok Obat Covid-19, Bandar Narkoba di Tangerang Diciduk Polisi 
TribunJakarta/Ega Alfreda
Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Pratomo Widodo saat menunjukan barang bukti sebanyak 2.342 pil ekstasi yang disimpan seorang bandar narkoba, Senin (26/7/2021). 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Bandar ekstasi di Kota Tangerang menggunakan modus menyamarkan barang dagangannya sebagai obat Covid-19 untuk mengelabui petugas di bandar udara.

Adalah BD (36) warga Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang yang berniat mengedarkan ekstasi, namun aksinya terlanjur dibongkar Satresnarkoba Polres Metro Tangerang Kota.

Saat ditangkap di kediamannya di Cipondoh, BD terciduk menyimpan 2.342 butir ekstasi yang sudah digerus sendiri dan dimasukan ke dalam pil berwarna hijau dan kuning.

"Ini dia dapatnya sudah bentuk seperti kayak gini ya, jadi dimodifikasi sendiri, digerus dan dimasukan lagi ke dalam pil sama bandarnya. Tersangka (BD) sudah dapat dalam bentuk ini," jelas Kasat Narkoba Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Widodo Pratomo, Senin (26/7/2021).

Baca juga: Buat Surat Swab Antigen Palsu, Polres Metro Depok Ringkus 2 Perempuan dan 4 Pria

Menurut Pratomo, barang haram tersebut didapatkan dari Medan, Sumatra Utara dari tersangka HA yang masih berstatus buron.

HA mengirimkan barang kepada BD sudah dalam bentuk pil.

Usut punya usut, ekstasi yang dikemas di dalam pil tersebut untuk mengelabui petugas bandar udara dan tertulis obat Covid-19.

"Dikirim dari Sumatra ke Jakarta, tersangka bilangnya ini obat Covid-19 oleh petugas pemeriksaan Bea Cukai, peredaran di Jabodetabek," ungkap Pratomo.

Baca juga: 80 Persen Warga Kabupaten Bekasi Meninggal saat Isoman, Pj Bupati Bekasi Minta ASN Jadi Relawan

Modus peredarannya pun dijual perorangan bukan ke tempat hiburan malam karena PPKM di sejumlah tempat.

"Karena banyak yang tutup (hiburan malam) jadi diedarkan perorangan, tidak berkumpul berkelompok, mereka nyewa apartemen," jelasnya.

Halaman
123
Editor: Theresia Felisiani
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas