Tribun

Mural Jokowi

Bagaimana Hasil Perburuan Pembuat Mural Jokowi 404: Not Found di Tangerang ? 

Ditanya soal update pencarian pembuat mural Jokowi 404: not found, polisi mohon waktu karena masih penyelidikan.

Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Bagaimana Hasil Perburuan Pembuat Mural Jokowi 404: Not Found di Tangerang ? 
Ist
Mural Presiden Jokowi bertuliskan 404:Not Found di Batuceper, Kota Tangerang, Banten/ISTIMEWA 

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Sedari ramai laporan mural Jokowi 404: not found di dekat Bandara Soekarno-Hatta, Kota Tangerang, polisi langsung sibuk mengejar pelaku.

Lantas bagaimana perkembangannya, apakah seniman yang membuat mural tersebut berhasil diketahui ?

Ternyata belum ada titik terang soal siapa di pembuat mural

Polsek Batuceper masih mendalami kasus yang sempat menjadi trending topic nomor 1 di Twitter tersebut.

Baca juga: Sunmori, Pengendara Moge Terlibat Kecelakaan Maut Beruntun di Tangerang 

Baca juga: Giliran Warga Bukit Duri Tebet yang Kibarkan Bendera Palestina Jelang HUT RI

Diketahui, beberapa hari lalu ramai diberitakan ada sebuah mural diduga muka Jokowi yang matanya dituliskan 404: not found.

Mural tersebut berada di sebelah persis Kantor Kelurahan Batu Jaya, Kecamatan Batuceper Kota Tangerang disebuah kolong tol.

Saat ditemui di Mapolrestro Tangerang Kota, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus irut berkomentar soal mural viral itu.

"Nanti ya, belum itu. Tolong kasih waktu pak Kapolres (Kombes Pol Deonijiu De Fatima) untuk penyelidikan," kata Yusri, Senin (16/8/2021).

Walau pun didesak awak media, Yusri terus mengatakan kalau polisi masih terus menelusuri siapa di balik mural tersebut.

"Nanti ya nanti," singkatnya.

Baca juga: Selain Jokowi 404: Not Found, Ada Juga Mural Dipaksa Sehat di Negara Yang Sakit

Sementara S, seorang pedagang minuman keliling yang sering mangkal di sana mengatakan saat pertama kali mural itu viral, polisi berkali-kali menyambangi lokasi.

Tak sekali, dua kali, menurut S petugas kepolisian bahkan bisa sampai empat kali datang ke lokasi untuk mencari informasi informasi.

"Waktu hari Kamis (12/8/2021), itu pagi, siang, sore, sampai malam itu polisi ganti-gantian dateng ke sini. Nanya doang itu soal tulisan di tembok. Lah saya mah kagak ngerti ya itu apaan," kata S di lokasi kepada TribunJakarta.com, Minggu (15/8/2021).

Alhasil, dagangannya pun sepi karena pelanggannya enggan mendekat karena banyak polisi.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas