Tribun

Kasus Pengadaan Tanah di Munjul

Diperiksa 3 Jam, Prasetyo Edi Akui Ditanya KPK Soal Proses Pencairan Dana untuk Sarana Jaya

Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyelesaikan pemeriksaan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korups

Penulis: Ilham Rian Pratama
Editor: Johnson Simanjuntak
Diperiksa 3 Jam, Prasetyo Edi Akui Ditanya KPK Soal Proses Pencairan Dana untuk Sarana Jaya
Ist
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi menyelesaikan pemeriksaan oleh tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi pengadaan tanah di Munjul, Pondok Ranggon, Cipayung, Jakarta Timur Tahun Anggaran 2019.

Prasetyo mengaku ditanya tim penyidik KPK soal proses pencairan dana untuk Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya.

"Ya saya sebagai ketua banggar ya saya menjelaskan. Semua dibahas dalam komisi, nah di dalam komisi apakah itu diperlukan untuk ini, ya namanya dia minta selama itu dipergunakan dengan baik ya tidak masalah gitu loh," ucap Prasetyo di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (21/9/2021).

Prasetyo mengaku tak tahu soal pembelian tanah di Munjul, Jakarta Timur.

Menurut dia, pihaknya hanya mencairkan dana yang akan digunakan oleh Perumda Sarana Jaya secara keseluruhan.

Prasetyo juga mengklaim urusan penggunaan dana itu menjadi hak Perumda Sarana Jaya. Prasetyo menyebut DPRD DKI Jakarta tidak ikut campur.

"Pembahasan pembahasan itu langsung sampai ke banggar besar dan di banggar besar kita mengetok palu. Nah gelondongan (penggunaan dana) itu saya serahkan kepada eksekutif," kata Prasetyo.

Prasetyo menegaskan dugaan korupsi ini tidak mengarah ke DPRD DKI. Dia mengatakan dugaan permainan culas ini murni dilakukan oleh para tersangka.

"Itu eksekutif harus bertanggung jawab," kata Prasetyo.

Dalam perkara ini, KPK telah menetapkan lima orang tersangka, yaitu eks Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Pembangunan Sarana Jaya Yoory Corneles, Wakil Direktur PT Adonara Propertindo Anja Runtuwene, Direktur PT Adonara Propertindo Tommy Adrian, Direktur PT Aldira Berkah Abadi Makmur Rudy Hartono Iskandar, serta satu tersangka korporasi PT Adonara Propertindo.

Baca juga: Kronologi Kasus Lahan Munjul yang Bikin Anies Baswedan dan Ketua DPRD DKI Ikut Diperiksa KPK

Halaman
123
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas