Tribun

Formula E

Pengamat Beberkan Penyebab Interpelasi Formula E Kandas

Pengamat politik dari Citra Institute Yusa’ Farchan menilai, pengusulan hak Interpelasi yang digalang fraksi PDIP dan PSI DPRD DKI Jakarta terkait gel

Penulis: Hasanudin Aco
Editor: Johnson Simanjuntak
Pengamat Beberkan Penyebab Interpelasi Formula E Kandas
ist
Yusa' Farchan, Pengamat Politik Citra Institute, Akademisi Ilmu Pemerintahan Universitas Sutomo. 

Sebagaimana diatur dalam Pasal 120 ayat (2) Peraturan DPRD Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2020 tentang Tata Tertib DPRD DKI Jakarta, hak interpelasi diusulkan paling sedikit 15 anggota DPRD dan terdiri dari lebih dari satu fraksi.

Dalam pengusulan hak tersebut, Fraksi PDIP dan PSI telah memenuhi syarat karena jumlah anggota Fraksi PDIP 25 orang dan PSI 8 orang. 

Hak interpelasi merupakan hak DPRD untuk meminta keterangan kepada Gubernur mengenai kebijakan pemda yang penting dan strategis serta berdampak luas bagi kehidupan masyarakat dan negara.

Sebagaimana diketahui, Gubernur DKI Anies Baswedan memasukkan balap mobil listrik itu dalam isu prioritas daerah 2021-2022. Dia menetapkan perhelatannya pada Juni 2022.  

Kebijakan prioritas ini tertuang dalam Instruksi Gubernur DKI Nomor 49 Tahun 2021 tentang Penyelesaian Isu Prioritas Daerah Tahun 2021-2022. 

Instruksi pelaksanaan Formula E ditujukan kepada Sekretaris Daerah atau Sekda DKI Marullah Matali.

Dalam konteks penggalangan interpelasi tersebut, Yusa’ mengatakan jika hanya meminta penjelasan, sebetulnya tidak ada yang keliru dengan sikap politik oposisi tersebut. 

"Gubernur tinggal menjelaskan saja kepada DPRD. Tetapi, dalam panggung politik dan kepentingan elektoral, jika bola interpelasi berhasil digulirkan, tentu Anies yang akan dirugikan karena publik bisa menilai bahwa ada sesuatu yang serius terkait penyelenggaraan formula E tersebut. Nah di sinilah Anies bekerja bagaimana membendung interpelasi tersebut," pungkasnya.

Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas