Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Mobil Crane dan Tiang Beton Ambruk hingga Melukai 3 Orang, Operator Crane Jadi Tersangka

Hari ini Pusat Laboratorium Forensik (Pusabfor) Mabes Polri telah menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP) di lokasi kejadian.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in Mobil Crane dan Tiang Beton Ambruk hingga Melukai 3 Orang, Operator Crane Jadi Tersangka
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Insiden tiang beton dan crane ambruk di Kota Depok, Jumat (15/10/2021). Lili, istri korban insiden tiang beton dan crane ambruk di Kota Depok menceritakan detik-detik musibah yang menimpa suaminya. 

"Teman-teman Damkar menyaksikan semua, korban gak nangis sama sekali dari awal kita datang,"

"Badannya tertimpa beton gak ngerintih, gak nangis, gak ngeluh sama sekali," kata personel Damkar Kota Depok, Irawan di lokasi kejadian.

YA saat itu tertimpa reruntuhan rumahnya kala insiden terjadi sekira pukul 09.00 WIB.

Malah saat itu, YA sedang melaksanakan zoom online sekolahnya.

Proses evakuasi YA berlangsung dramatis dan mengharukan.

Baca juga: Dramatis, Tangis Haru Mewarnai Penyelamatan Korban Reruntuhan Tiang Beton dan Mobil Crane di Depok

Meski misi penyelamatan berjalan cukup lama, YA tak menunjukkan ketakutannya.

Pantang menyerah, YA saat proses evakuasi hanya meminta air minum karena merasa kehausan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Cuma dia dehidrasi, tapi kata medis gak boleh minum dulu."

"Jadi kita cuma suplai oksigen dan madu yang dioles dibibir, karena khawatir kalau masuk makanan dan minuman malah menyumbat saluran pernapasan dan risikonya besar," sambungnya.

Perjuangan Nirawan bersama sejumlah rekannya pun berbuah manis.

Selama lima jam, seluruh bagian tubuh korban berhasil ditarik ke luar dalam keadaan utuh.

Bahkan, korban hanya menderita beberapa luka lecet dan memar pada bagian tangan kanannya.

Rasa syukur keberhasilan mengevakuasi korban dalam keadaan selamat diluapkan Nirawan dan rekan-rekannya.

Mereka nampak saling berpelukan, hingga tak kuasa menahan air matanya yang mengalir membasahi pipi.

"Momen tadi itu kami dapat momen kekompakan antar teman, sampai bisa (evakuasi)."

Sumber: TribunJakarta
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas