Tribun

Oknum Ormas Diduga Hina Suku Betawi, Anggota DPRD DKI Kenneth: Jangan Jadi Pemecah Belah Bangsa

Menurutnya, ucapan seperti itu tidak perlu dilontarkan karena Indonesia mempunyai 1.340 suku bangsa, dan etnis yang bermacam-macam.

Editor: Wahyu Aji
Oknum Ormas Diduga Hina Suku Betawi, Anggota DPRD DKI Kenneth: Jangan Jadi Pemecah Belah Bangsa
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI Perjuangan, Hardiyanto Kenneth 

Oleh karena itu, Kent meminta kepada pelaku penghinaan terhadap suku Betawi agar meminta maaf atas pernyataan seperti yang terekam di video hingga viral di media sosial.

Hal itu perlu dilakukan agar permasalahan ini bisa di sudahi dan tidak meluas.

"Anda (pelaku) seharusnya segera meminta maaf kepada warga Betawi supaya masalah ini selesai dan tidak berkepanjangan. Jika Anda ingin tinggal di Indonesia jangan rasis, Negara ini Demokrasi Negara yang menganut asas musyawarah dan gotong royong, mungkin tidak Anda sadari bahwa omongan Anda tersebut berindikasi bisa membuat perpecahan, jangan lantas karena emosi sesaat dan tidak berfikir Panjang, hidup Anda akan berakhir di penjara, yang bijaklah dalam bertutur kata dan berprilaku, Seperti ada Pepatah mengatakan bahwa : MulutMu, HarimauMu," beber Ketua IKAL PPRA Lemhannas RI Angkatan LXII tersebut

Kent pun berpesan, hidup bermasyarakat seyogyanya bisa menjunjung tinggi rasa toleransi antara satu sama lain, saling menghormati dan saling menghargai, agar dapat tercipta kehidupan yang aman, tentram dan damai antar satu dan yang lain.

"Kita harus bisa menjunjung tinggi toleransi, saling menghormati dan menghargai agar hidup ini tentram dan damai. Seperti apa yang disampaikan Bapak Presiden Jokowi, Beda suku, agama, budaya bukanlah penghalang kita untuk bersatu dan bukan penghalang kita untuk hidup harmonis dalam kehidupan sehari-hari," pungkas Kent sembari mengutip pernyataan Presiden Jokowi.

Diberitakan sebelumnya, video seorang pria di Kota Bekasi diduga menghina warga Betawi viral di media sosial, aliansi organisasi masyarakat (ormas) dipimpin Damin Sada lapor ke Polres Metro Bekasi Kota.

Video yang beredar di media sosial, seorang pria mengucapkan kata-kata berbau SARA saat tengah memarahi orang lain.

Video yang beredar itu kemudian mendapat reaksi dari sejumlah tokoh dan warga betawi, salah satunya Damin Sada selaku Ketua Ormas Jawa Jaga Kampung (Jajaka) Nusantara.

Dia bersama sejumlah ormas lain yang beraliran budaya Betawi mendatangi Polres Metro Bekasi Kota pada Kamis (14/10/2021) kemarin.

"Ada oknum yang menurun kami masyarakat Betawi tidak mengenakan, jadi kami tidak ingin berlarut-larut dan timbul masalah yang lebih besar lagi," kata Damin Sada saat dikonfirmasi, Jumat (15/10/2021).

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas