Tribun

Operasi Zebra

Dua Pekan Operasi Zebra, 2.000 Lebih Pengendara Ditilang Polisi, Dominan Gunakan Knalpot Bising

2.000 lebih pengendara ditindak karena melakukan pelanggaran selama Polda Metro Jaya menerapkan operasi Zebra Jaya 2021. 

Penulis: Rizki Sandi Saputra
Editor: Johnson Simanjuntak
Dua Pekan Operasi Zebra, 2.000 Lebih Pengendara Ditilang Polisi, Dominan Gunakan Knalpot Bising
WARTA KOTA/NUR ICHSAN
Petugas kepolisian menggelar Operasi Zebra Jaya 2021 di kawasan Tomang, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Senin (15/11/2021). Operasi yang berlangsung mulai 15-28 November ini bertujuan untuk menegakkan disiplin berlalu lintas di tengah masyarakat dengan sasaran pelanggaran ganjil genap, pelanggaran knalpot bising, melawan arus dan lainnya. WARTA KOTA/NUR ICHSAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebanyak 2.000 lebih pengendara ditindak karena melakukan pelanggaran selama Polda Metro Jaya menerapkan Operasi Zebra Jaya 2021

Jumlah tersebut didasari pada bukti pelanggaran (tilang) yang dikeluarkan Polda Metro Jaya selama 14 hari atau dua pekan penerapan operasi zebra yakni mulai 15 hingga 28 November 2021.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono mengatakan, dari keseluruhan penindakan itu, dominan pelanggar tersebut merupakan pengendara yang menggunakan knalpot bising.

"Data Penindakan Ops Zebra selama 14 hari, tanggal 15 sd 28 Nov 2021, Penindakan prioritas, knalpot bising, 2.276 dan Rotator Strobo, 60 pelanggar," kata Argo saat dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/11/2021).

Tak hanya melakukan penindakan tilang, pada operasi Zebra Jaya ini Polda Metro Jaya juga melakukan teguran sebanyak 16.859 kepada pengendara dalam kurun waktu tersebut.

Dengan diterapkannya operasi zebra ini, maka kata Argo, pihaknya berharap kepatuhan masyarakat makin meningkat dalam berlalu lintas.

Baca juga: Operasi Zebra, Polda Metro Jaya Tindak Tilang 1.890 Kendaraan Paling Banyak karena Knalpot Bising

"Harapannya melalui Ops Zebra kepatuhan masyarakat terhadap disiplim tertib berlalu lintas menjadi lebih baik," ucap Argo saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (28/11/2021) kemarin.

Dirinya juga meminta kepada masyarakat untuk sedianya patuh terhadap segala peraturan yang ada, di segala kondisi dan situasi.

"Tidak perlu kucing-kucingan dengan petugas, patuh hanya saat ada petugas, tapi harus membangun budaya dimana tanpa diawasi dapat tertib," tukasnya.

Sebagai informasi, dalam operasi kali ini, Polda Metro Jaya melarang keras penggunaan knalpot bising yang masih digunakan kendaraan di Jakarta. 

Peringatan itu tak hanya dikhususkan pada masyarakat, tapi ditunjukkan juga pada anggota Polri di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

"Dalam operasi ini kita akan tindak hukum dengan memberikan tilang kepada masyarakat yang melanggar lalu lintas. Penggunaan knalpot bising masih ramai di jalan, jangan sampai kita sebagai anggota Polri juga menggunakan knalpot itu," ujar Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran saat Apel di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Senin (15/11/2021).

Dalam operasi ini, sebanyak 3.070 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP dan Dishub dikerahkan untuk mengawal pelaksanaan Operasi Zebra Jaya 2021.  

Fadil berharap Operasi Zebra 2021 turut membantu menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang berimplikasi pada meningkatnya kedisiplinan masyarakat di dalam berlalu lintas.

"Karena kami ingin melihat Indonesia sebagi salah satu negara yang bisa jadi cerminan berlalu lintas. Karena ini sangat penting, jika ingin mengetahui cerminan budaya suatu bangsa dapat dilihat dari kedisiplinan berlalu lintas," pungkasnya.

Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas