Tribun

Janda Beranak Dua Edarkan Uang Palsu di Bekasi, Ngakunya untuk Biaya Makan

Motifnya membeli dan mengeluarkan uang palsu semata untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Editor: Hasanudin Aco
Janda Beranak Dua Edarkan Uang Palsu di Bekasi, Ngakunya untuk Biaya Makan
Yusuf Bachtiar/ Tribun Jakarta
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Polisi Aloysius Suprijadi (tengah) saat menunjukkan foto tersangka peredaran uang palsu Rabu (8/12/2021). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI -  Janda beranak dua berinisial PR (41) dibekuk polisi gara-gara ketahuan mengedarkan uang palsu.

Motif pelaku ternyata untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Aloysius Suprijadi mengatakan, kasus peredaran uang palsu pertama kali terungkap ketika pelaku mencoba melakukan transaksi.

"Kejadian terungkap di Kios D2 Cell, Jalan Raya Jatibening, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi 6 Desember 2021 lalu," kata Aloysius di Mapolres Bekasi Kota, Rabu (8/12/2021).

Baca juga: Ada Gudang Produksi Uang Palsu di Boyolali, Polisi Tangkap 9 Tersangka dan Sita 8.516 Lembar Upal

Saat itu tersangka PR hendak melakukan transfer uang di kios tersebut yang memang melayani jasa pengiriman uang.

"Tersangka datang untuk mengirim sejumlah uang kepada rekening BCA atas nama tersangka," ungkapnya.

Namun, saksi pemilik kios jasa pengiriman uang curiga ketika tersangka menyerahkan sejumlah uang lembaran Rp 50.000.

"Selanjutnya Polsek Pondok Gede mendapati informasi tersebut dan melakukan penyelidikan terhadap 62 lembar pecahan uang Rp 50.000 yang hendak ditransferkan," jelasnya.

Dari hasil penyelidikan, rupanya 62 lembar uang pecahan Rp 50.000 tersebut memang terindikasi uang palsu.

Halaman
12
Sumber: TribunJakarta
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas