Tribun

Mafia Tanah

Bersurat Enam Kali ke Kapolda Metro, Kasus Kakek Tukang AC Korban Mafia Tanah Akhirnya Disidangkan

Setelah bersurat enam kali ke Polda Metro Jaya, kasus dugaan pemalsuan akta jual beli tanah seorang kakek Tukang AC NG Jen Ngay (70) disidangkan di

Penulis: Fandi Permana
Editor: Johnson Simanjuntak
Bersurat Enam Kali ke Kapolda Metro, Kasus Kakek Tukang AC Korban Mafia Tanah Akhirnya Disidangkan
Tangkapan Layar Youtube Kompas TV
ilustrasi.Polda Metro Jaya resmi tangkap Fredy Kusnadi terkait Kasus Mafia Tanah milik ibunda dari eks Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Setelah bersurat enam kali ke Polda Metro Jaya, kasus dugaan pemalsuan akta jual beli tanah seorang kakek Tukang AC NG Jen Ngay (70) disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat.

Dalam sidang itu, Ng Jen Ngay sebagai Tergugat I (70) dengan terduga mafia tanah AG sebagai Penggugat dalam persidangan di PN Jakarta Barat, Kamis (13/1/2022).

Kuasa Hukum Ng Jen Ngay, Aldo Joe berharap, Ketua Majelis hakim kasus yang viral ini bisa diputuskan seadil adilnya.

Hal itu tak lepas dari kliennya yang hanya seorang tukang service ac yang menguasai bangunan dan tanah di kawasan Tamansari, Jakarta Barat sejak Tahun 1990.

“Sebenarnya tidak ada alasan hakim mengabulkan gugatan Penggugat. Karena semua bukti telah kami serahkan,” kata Aldo, Kamis (12/1/2022).

Dalam perkara ini, Aldo telah melampirkan lebih dari 35 bukti lembaran jual beli tanah, mulai dari sertifikat.

Tak hanya itu, kuasa hukum juga membawa surat pernyataan permohonan maaf Penggugat yang mengakui kesalahannya, dan akan mengganti kerugian kepada Tergugat I.

Baca juga: Kisah Kakek Muchtar Biasa Saja Terima Rp 7,5 Miliar Ganti Rugi Tol Trans Jawa: Sudah Biasa

Sementara pihak Pengunggat, lanjut Aldo, sampai dengan persidangan terakhir tak pernah sekalipun menunjukkan bukti akta jual beli yang sah kepada Tergugat I. Hal itu diperkuat dengan foto yang menjadi bukti otentik bahwa dirinya berada di rumah yang menjadi sengketa.

“Logika dasar, Anda tak mungkin membeli tanah bermilyaran tanpa mengecek langsung kondisinya. Penggugat tak bisa menunjukkan sama sekali bukti bahwa penjualan itu sah,” jelasnya.

Aldo menyebut dalam hal ini, Hakim yang sama menangani perkara dua orang yang terlibat dalam kasus mafia tanah tersebut telah menjadi terdakwa sebelumnya meninggal di tahanan beberapa bulan lalu.

Halaman
12
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas