Tribun

Tangis Korban Kebakaran di Kebayoran Lama: Rumah Hangus Tinggal Abu

Mulyani (62) tak kuasa menahan tangis setelah rumahnya di Jalan Masjid Al-Huda, tepat di depan Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, terbakar

Editor: Adi Suhendi
zoom-in Tangis Korban Kebakaran di Kebayoran Lama: Rumah Hangus Tinggal Abu
Tribunnews.com/Fersianus Waku
Sejumlah warga korban kebakaran di Kabyoran Lama, Jakarta Selatan sedang memilah-milah baju sumbangan, Rabu (25/5/2022). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fersianus Waku

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Mulyani (62) tak kuasa menahan tangis setelah rumahnya di Jalan Masjid Al-Huda, tepat di depan Stasiun Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, terbakar, Selasa (24/5/2022) siang.

Mulyani sangat sedih sebab rumahnya hangus dilalap si jago merah hingga tak tersisa.

"Hancur tinggal abu. Enggak ada sisa sama sekali. Tinggal itu pintu besi. Jadi di luar pintu kan ada pintu besi. Itu yang masih ada," kata Mulyani saat ditemui Tribunnews.com di lokasi, Rabu (25/5/2022).

Selain rumahnya hangus, Mulyani terpaksa mengikhlaskan uangnya yang ikut terbakar walau jumlahnya tak seberapa.

"Ya karena saya, maaf ya. Saya kalau naroh uang di mana-mana ada. Jadi ya walaupun kecil-kecilan ada," ujarnya.

Tak hanya itu, surat-surat berharga seperti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), buku nikah dan beberapa surat penting lainnya juga hangus terbakar.

Baca juga: Dalam 24 Jam Kebakaran Landa 3 Lokasi di Bangli

"Surat (hilang) ada punya anak saya itu ada STNK, ada surat-surat penting semuanya, ada buku nikah. Pokonya kebakar," ucap Mulyani.

Mulyani pun belum mengetahui perihal tempat tinggalnya setelah peristiwa kebakaran tersebut.

Namun, untuk sementara waktu ia bersama keluarganya mengungsi di posko yang telah disediakan.

"Belum tahu (tempat tinggal) karena saya masih nunggu rapat-rapatnya. Nanti kan dikasih tau lah mau kemana-mana," ungkapnya.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Purwokerto Barat: Anak Berkebutuhan Khusus Tewas, Nenek 70 Tahun Alami Luka

Selain Mulyani, korban kebakaran lainnya, Yani (56) mengaku dirinya tak mengetahui sama sekali awal mulanya terjadi kebakaran.

"Kemarin soalnya kita di dalam (rumah) ya, mas. Jadi saya enggak tahu menahu tiba-tiba itu sudah ada bilang kebakaran-kebakaran," ujarnya.

Dari kesaksiannya, api merembet kemana-mana karena saat kejasian angin berhembus sangat kencang.

"Enggak sampai setengah jam itu api sudah benar-benar langsung merembet kemana-mana. Sudah enggak bisa selamatin apa-apa," ucap Yani.

Berbeda dengan Mulyani, rumah Yani tak semuanya terbakar.
Menurutnya, rumahnya yang hangus hanya di bagian depan.

"Kalau saya Alhamdulillah depannya doang gitu ya. Tapi kalau depan rumah (tetangga) itu habis semua," ucap Yani.

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas