Tribun

Jabrik, Kapten Kawanan Pembobol 11 Minimarket di Jakarta Buka Suara, Ternyata Ahli Bongkar Brankas

Suratno alias Jabrik (38) kapten pembobol 11 minimarket di Jakarta ternyata resividis, punya kemampuan ahli bongkar brankas.

Editor: Theresia Felisiani
zoom-in Jabrik, Kapten Kawanan Pembobol 11 Minimarket di Jakarta Buka Suara, Ternyata Ahli Bongkar Brankas
Kolase Tribunnews/TribunJakarta
Suratno alias Jabrik (38), kapten komplotan perampokan minimarket yang sudah 11 kali beraksi dalam dua bulan terakhir buka suara. Saat dihadirkan di Mapolres Metro Jakarta Timur pada Jumat (9/9/2022), Jabrik mengaku sempat mendekam di bui atas kasus pencurian dengan pemberatan yang kini juga dilakukannya. Pengalaman mendekam di penjara tidak membuat Jabrik  jera. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Suratno alias Jabrik (38), kapten komplotan perampokan minimarket yang sudah 11 kali beraksi dalam dua bulan terakhir buka suara.

Saat dihadirkan di Mapolres Metro Jakarta Timur pada Jumat (9/9/2022), Jabrik mengaku sempat mendekam di bui atas kasus pencurian dengan pemberatan yang kini juga dilakukannya.

Pengalaman mendekam di penjara tidak membuat Jabrik  jera.

"Dulu saya kasus maling besi. Belajar bongkar dari pas kerja bongkar rumah kosong dan bongkar brankas," kata Jabrik di Mapolres Metro Jakarta Timur, Jumat (9/9/2022).

Baca juga: Kawanan Pembobol Minimarket Ditangkap di Depok, Beraksi 11 Kali, Selalu Incar Brankas dan Rokok 

Pengalaman sebagai pekerja bangunan dan membongkar brankas ini yang disalahgunakan untuk membobol lima minimarket di Jakarta Timur dan enam di Jakarta Selatan.

Dalam setiap aksinya, Suratno selalu masuk ke dalam minimarket melalui bagian atap dan membobol brankas seorang diri menggunakan perkakas seperti palu, linggis, dan pahat.

Sementara dua rekannya, Harsono (47) dan Maman (47) yang juga ditetapkan penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur mengawasi keadaan dan bertugas menyediakan alat transportasi.

"Sebelum mencuri itu saya pantau dulu, tiga hari sebelumnya saya pantau. Lihat tutupnya jam berapa. Banyak juga yang sudah dipantau enggak jadi, karena kanan kirinya banyak orang," ujar Jabrik.

Jabrik mengaku dan dua tersangka lain mengaku memilih beraksi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur karena bertempat tinggal di wilayah Pancoran, sehingga mencari sasaran dekat rumah.

Baca juga: Perampokan Minimarket di Cipayung, Pelaku Todongkan Pistol dan Siramkan Bensin ke Kepala Pegawai

Guna memuluskan ulahnya, mereka juga menggunakan atribut ojek online (Ojol) agar tidak dicurigai warga dan memotong rekaman CCTV sehingga sulit diidentifikasi kepolisian.

"Sekali beraksi bisa dapat Rp20 sampai Rp24 juta. Ini (Harsono dan Maman) teman-teman baru kenal, saya ajak. Bulan Agustus baru mulai mencuri di minimarket," tutur Jabrik.

Kini, ketiga tersangka yang diringkus jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur saat beraksi pada 4 September 2022 ditahan dan dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Artikel ini telah tayang di TribunJakarta.com dengan judul Pemimpin Komplotan Maling yang Bobol 11 Minimarket Ternyata Residivis, Sosoknya Ahli Bongkar Brankas

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas