Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bunyi Gong dan Gendang Iringi Perarakan Misa Nusantara Ulang Tahun ke-27 Paroki Santo Bartolomeus

Misa Nusantara perayaan ulang tahun ke-27 Paroki Santo Bartolomeus Taman Galaxi ini begitu istimewa karena ada ritual adat perarakan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Bunyi Gong dan Gendang Iringi Perarakan Misa Nusantara Ulang Tahun ke-27 Paroki Santo Bartolomeus
Tribunnews.com/Theresia Felisiani
Misa Nusantara merayakan ulang tahun ke-27 Paroki Santo Bartolomeus, Taman Galaxi, Kota Bekasi, Jawa Barat digelar pada Minggu (18/9/2022). Sebelum misa ada perarakan adat Manggarai dari pastoran ke dalam gereja. 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI - Misa Nusantara merayakan ulang tahun ke-27 Paroki Santo Bartolomeus, Taman Galaxi, Kota Bekasi, Jawa Barat digelar pada Minggu (18/9/2022).

Perayaan misa kali ini sangat berbeda dari misa-misa biasanya karena kental dengan nuansa nusantara.

Spesialnya, misa dipimpin oleh empat pastor dan mayoritas umat yang hadir menggunakan baju adat daerah mereka masing-masing.

Misa Nusantara perayaan ulang tahun ke-27 Paroki Santo Bartolomeus ini begitu istimewa karena ada ritual adat perarakan.

Pantauan Tribunnews.com, sebelum perarakan Rm. Pungki Setiawan, SVD menerima ayam jantan putih dan tuak di dalam kendi.

"Kami sambut Romo (Pastor) dengan ayam jantan putih dan tuak dalam kendi, ini bentuk penghormatan untuk romo paroki," ucap panitia melalui pengeras suara.

"Perarakan ini biasa diadakan untuk menyambut tamu kehormatan khususnya misionaris," tambahnya.

misa nusantara barto
Misa Nusantara merayakan ulang tahun ke-27 Paroki Santo Bartolomeus, Taman Galaxi, Kota Bekasi, Jawa Barat digelar pada Minggu (18/9/2022). Sebelum misa ada perarakan adat Manggarai dari pastoran ke dalam gereja.
Rekomendasi Untuk Anda

Setelah menerima ayam jantan putih dan tuak, perarakan di mulai dari pastoran menuju ke halaman gereja hingga ke depan altar.

Rombongan perarakan yakni para penari, orang-orang tua, dan para pastor.

Tampak penari menggenakan pakaian putih dan songket tenun khas Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Suasana kian hikmad ketika bunyi gong dipadu dengan dentuman gendang mengiringi perarakan hingga ke gereja.

Mengawali misa, Rm. Pungki Setiawan, SVD mengatakan Misa Nusantara digelar sebagai bentuk ungkapan syukur.

"Kita merayakan ekaristi nuansa nusantara, terima kasih. Budaya Manggarai saat perarakan tadi sangat indah. Mengantar umat mengikuti puncak iman kita yakni ekaristi," ujarnya.

Misa Nusantara ini juga bagian dari detik-detik perayaan ulang tahun ke-27 Paroki Santo Bartolomeus.

"Syukuri rahmat kehidupan kita masing-masing, kita bersyukur sebagai orang indonesia yang beranekaragam budaya," tambahnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas