Tribun

Kronologi Lengkap Balita Tewas Dibunuh Pacar Ibu di Apartemen Kalibata, Berawal Saat Korban BAB

Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap kronologi tewasnya seorang balita dibunuh pacar ibu di Apartemen Kalibata.

Penulis: Fahmi Ramadhan
Editor: Adi Suhendi
zoom-in Kronologi Lengkap Balita Tewas Dibunuh Pacar Ibu di Apartemen Kalibata, Berawal Saat Korban BAB
KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI
Ilustrasi jasad balita. Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap kronologi tewasnya seorang balita dibunuh pacar ibu di Apartemen Kalibata. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fahmi Ramadhan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap kronologi tewasnya seorang balita berusia dua tahun berinisal GMM oleh pria berinisal AY (31) di sebuah Apartemen kawasan Kalibata, Jakarta Selatan, Sabtu (3/12/2022).

Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Ade Ary menerangkan, AY merupakan teman dekat ibu korban yang berinisial SS (21) yang pada saat itu dipercaya untuk menjaga korban selagi ditinggal pergi bekerja.

Korban pada Sabtu itu diserahkan SS kepada AY di Stasiun Universitas Indonesia (UI) sekitar 14.30 WIB.

Adapun alasan SS menitipkan GMM lantaran wanita itu hendak melakukan pertemuan dengan rekan kerjanya.

Setelah SS menitipkan anaknya, kemudian AY langsung membawa GMM ke tempat tinggalnya di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan.

Baca juga: Polres Metro Jakarta Selatan Tangkap Pembunuh Balita Berusia 2 Tahun di Kawasan Kalibata

Sesampainya di apartemen itu, AY masih megizinkan GMM untuk bermain di sebuah taman yang berada di apartemen tersebut.

"Setelah kurang lebih 20 menit, korban menyampaikan kepada YA 'uncle empup' artinya memberitahu bahwa korban sedang BAB (Buang Air Besar)," jelas Ary dalam keterangan persnya, Selasa (6/12/2022).

Mengetahui korban buang air besar, AY lantas membawa GMM ke lantai atas atau kamar apartemennya di unit 16 AS.

YA pun membawa korban ke kamar mandi untuk kemudian membersihkan kotoran yang berada di tubuh korban.

Baca juga: Balita Ini Trauma Akibat Tertimbun Reruntuhan saat Gempa Cianjur, Ibunya: Masih Kerap Menangis

Pada saat membersihkan kotoran korban, YA dikatakan Ade merasa kesal lantaran GMM terus menangis.

Tangis korban semakin menjadi ketika kepalanya tebentur tembok lantaran YA ketika membuka popok melakukannya dengan tidak benar dan dengan cara kasar.

"Kemudian setelah dibersihkan, korban masih juga menangis korban dilempar YA ke arah kasur namun korban tidak mendarat dikasur tapi jatuh di lantai," ucap Kapolres.

Akibatnya korban kembali mengalami benturan di kepala untuk kedua kalinya.

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas