Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Polisi Gadungan di Jakarta Timur, Seragam Berpangkat Aiptu tapi Mengaku Pangkat AKP

Yang bikin heran, masih saja ada yang percaya saja dan berhasil diperas olehnya

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in Polisi Gadungan di Jakarta Timur, Seragam Berpangkat Aiptu tapi Mengaku Pangkat AKP
dok.istimewa
Lukman (pakai masker hitam), seorang pria berumur 40 tahun ditangkap karena menjadi polisi gadungan berpangkat Aiptu oleh Polres Metro Jakarta Timur saat ditampilkan, Senin (20/5/2024). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Bermodalkan seragam,  Lukman sudah menyamar sebagai polisi yang berdinas di Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya selama 4 tahun.

Ia berhasil diringkus jajaran Satreskrim Polres Metro Jakarta Timur lantaran sudah melakukan pemerasan terhadap sejumlah penjaga atau pemilik toko di daerah Jakarta Selatan.

Terungkap, meski sering mengenakan pakaian dinas lengkap (PDL) anggota Polri berpangkat Aiptu namun  kepada para korbannya berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP).

Yang bikin heran, masih saja ada yang percaya saja dan berhasil diperas olehnya.

Lukman juga diketahui kerap berfoto dengan mengenakan seragam tersebut.

Baca juga: Pengakuan Polisi Gadungan di Jakarta Timur, Punya 2 Istri dan Dapat Uang Rp3 Juta dari Pungli

Di salah satu foto yang beredar, ia  percaya diri mengenakan kaca mata lengkap dengan PDL anggota Polri.

Ketika mengenakan pakaian tahanan Polres Metro Jakarta Timur sikapnya juga demikian.

Rekomendasi Untuk Anda

Wajahnya tak tertunduk.

Sorot matanya dengan jelas melihat ke arah kamera dan menjawab semua pertanyaan wartawan.

Ia mengakui perbuatannya ini sudah berlangsung selama empat tahun.

Modus pemerasannya adalah menuduh korban melakukan tindak pidana dan kemudian dipaksa menyerahkan sejumlah uang, dengan ancaman bila tidak membayar akan diproses hukum di Polda Metro Jaya.

"Seragam beli online. Saya cuma ngemel di tukang jamu, nongkrong. sehari (dapat) Rp 30 ribu," katanya kepada awak media dikutip dari Instagram @warungjurnalis, Selasa (21/5/2024).

Selanjutnya ia juga mengatakan sudah memiliki dua istri.

Istri keduanya dinafkahi dengan uang hasil menjadi polisi gadungan yang diketahui mencapai Rp 4 juta perbulannya.

"Dia mengaku kepada istri keduanya, mertua, dan keluarga istri kedua bahwa dia anggota Polri.

Sumber: TribunJakarta
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas