Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian Kecam Eksploitasi Karyawan Brandoville Studio

Baru tutup pada pertengahan Agustus 2024, sejumlah mantan karyawan mulai berbagi pengalaman buruk mereka saat bekerja di studio ini

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Eko Sutriyanto
zoom-in Ketua Umum Gekrafs Kawendra Lukistian Kecam Eksploitasi Karyawan Brandoville Studio
IST
Brandoville Studios - Brandoville Studios, sebuah studio game asal Indonesia tengah menjadi sorotan netizen karena diduga melakukan eksploitasu karyawan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Brandoville Studios, sebuah studio game asal Indonesia tengah menjadi sorotan netizen meski baru saja menutup operasinya beberapa minggu lalu.

Studio ini sebelumnya dikenal sebagai bagian dari Lemon Sky Studios sebelum berdiri sendiri pada tahun 2020 dan memiliki sejarah terlibat dalam pengembangan game-game besar seperti Gears of War 5, The Last of Us Part 1, dan Final Fantasy VII Remake.

Baru tutup pada pertengahan Agustus 2024, sejumlah mantan karyawan mulai berbagi pengalaman buruk mereka saat bekerja di studio ini.

Pengakuan-pengakuan tersebut mencakup pelanggaran hak asasi manusia dan lingkungan kerja yang tidak sehat, yang membuat banyak netizen marah.

Seorang pengguna Twitter dengan akun Bisher Dokkmak mengungkap berbagai bukti yang menunjukkan pelecehan yang dialami oleh dirinya dan rekan-rekannya di bawah kepemimpinan Co-Owner Brandoville, Cherry Lai, yang juga istri CEO, Ken Lai.

Baca juga: Pria Purwakarta Dibacok Istri Muda yang Berumur 17 Tahun, Motif Penganiayaan Belum Diketahui

Berbagai aksi kekerasan terhadap karyawan juga jadi sorotan Ketum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Kawendra Lukistian.

Kawendra mengecam kasus eksploitasi karyawan Brandoville Studio dan akan melakukan langkah serius.

Rekomendasi Untuk Anda

"Beberapa hari ini saya mendapatkan informasi yang memprihatinkan terkait salah satu perusahaan pembuatan games (Brandoville Studios) di Indonesia, yang telah mengeksploitasi karyawan dengan segala perlakuannya yang kejam dan keterlaluan dan kami akan ambil langkah serius," kata Kawendra dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Minggu (15/9/2024).

Ditekannya, industri ekonomi kreatif seharusnya mengedepankan hati dan estetika dalam berkarya serta bekerja, bukan dengan paksa apalagi cara kasar semau-maunya!!

"Untuk itu, kami dari Gekrafs mengecam hal itu dan akan mengambil beberapa langkah untuk menyikapi kasus tersebut," katanya.

Gekfars merupakan sebuah gerbong penggerak ekonomi kreatif di Indonesia, yang berfokus pada pengembangan 17 sub sektor ekonomi kreatif sebagai pilar ekonomi di masa depan.

Kawendra Lukistian122

Ketum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs), Kawendra Lukistian mengecam kasus eksploitasi karyawan Brandoville Studio dan akan melakukan langkah serius

Pelecehan, Penganiayaan hingga Kerja Paksa

Seorang pengguna Twitter dengan akun Bisher Dokkmak mengungkap berbagai bukti yang menunjukkan pelecehan yang dialami oleh dirinya dan rekan-rekannya di bawah kepemimpinan Co-Owner Brandoville, Cherry Lai, yang juga istri CEO, Ken Lai.

 Dalam cuitannya, Bisher membagikan dokumentasi yang menunjukkan bagaimana Cherry Lai kerap melakukan pelecehan fisik serta manipulasi terhadap karyawan.

Seperti dikutip dari Tribun Toraja, bukti-bukti yang disajikan mengungkap tindakan mengerikan, termasuk pemaksaan kepada karyawan untuk menampar diri sendiri sebagai bentuk hukuman, yang bahkan direkam melalui WhatsApp Video.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas