Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pramono Anung Putar Otak usai TKD Jakarta Dipotong Rp15 T, Bakal Pangkas Perjalanan Dinas

Pramono Anung memutar otak usai TKD DKI Jakarta mengalami pemotongn hingga Rp15 triliun tahun depan. Dia menyebut ada efisiensi.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pramono Anung Putar Otak usai TKD Jakarta Dipotong Rp15 T, Bakal Pangkas Perjalanan Dinas
HandOut/IST
TKD JAKARTA DIPOTONG - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung saat meresmikan gedung baru SMA Labschool Bintaro yang berlokasi di Jl. Bintaro Permai II, Jakarta Selatan, Selasa (9/9/2025). Pramono Anung memutar otak usai TKD DKI Jakarta mengalami pemotongan hingga Rp15 triliun tahun depan. Dia menyebut ada efisiensi di beberapa hal seperti perjalanan dinas. 

"Salah satu hal yang saya lakukan melakukan creative financing sehingga hal yang bisa dibangun dengan berpartner, bekerjasama, mitra strategis atau dari dana KLB, SLF, SP3L, dan sebagainya tetap dilakukan."

"Mudah-mudahan dengan pengaturan ini, pembangunan di Jakarta masih tetap seperti yang diharapkan," tuturnya.

Alasan TKD Disunat: Penyerapan Rendah dan Banyak Diselewengkan

Pemotongan TKD dibenarkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa pada Kamis (2/10/2025).

Dia mengatakan salah satu faktornya lantaran penyerapannya rendah. Selain itu, Purbaya juga menyebut banyaknya penyelewengan di daerah.

“Alasannya dipotong utamanya karena banyak penyelewengan, artinya enggak semua uang yang dipakai dengan betul,” kata Purbaya di Surabaya, Jawa Timur.

Kendati adanya pemangkasan TKD, Purbaya menyebut adanya penambahan program dari pemerintah pusat ke daerah.

“Jadi sebetulnya uang yang di daerah bertambah, jadi kan di tahun berjalan turun Rp200 (triliun) ya, tapi program ke daerah naik dari Rp900 triliun ke Rp1.300, tambah lebih banyak,” tuturnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun, Purbaya menegaskan TKD akan kembali seperti semula jika kondisi fiskal dan ekonomi pada paruh pertama tahun depan diprediksi membaik.

“Jadi kami ingin lihat kinerja uang yang lebih efektif. Nanti kita lihat di triwulan pertama tahun depan membaik dan uang saya lebih banyak dari sebelumnya, nanti sebagian akan saya transfer kembali ke daerah,” kata dia.

Sebagian artikel telah tayang di Tribun Jakarta dengan judul "Dana Bagi Hasil Dipangkas Rp15 Triliun, Gubernur Pramono Pasrah: Jakarta Tetap Harus Senyum"

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)(Tribun Jakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas