Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perempuan di Bogor Dipasung Keluarga Karena Diduga Idap Gangguan Jiwa

Kondisi S pun akhirnya terungkap. Ia diduga mengalami gangguan kejiwaan sudah sejak dua tahun lalu.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Erik S
zoom-in Perempuan di Bogor Dipasung Keluarga Karena Diduga Idap Gangguan Jiwa
Net
DIPASUNG KELUARGA- Seorang wanita berinisial S (40) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpaksa dipasung keluarga karena diduga mengidap gangguan mental 

Ringkasan Berita:
  • Perempuan berinisial S di Bogor dipasung keluarga karena gangguan mental
  • S menderita gangguan jiwa sejak dua tahun lalu
  • Kondisi rumah S tidak layak huni

 

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR- Seorang wanita berinisial S (40) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpaksa dipasung keluarga karena diduga mengidap gangguan mental.

S dikurung atau ‘dipasung’ di dalam bilik bambu berbentuk kandang di wilayah Desa Tapos, Kecamatan Tenjo.

S dipasung karena mengidap gangguan kejiwaan dan kerap kabur dari rumahnya.

S saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi (RSJMM) Kota Bogor oleh tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK).

Kondisi S pun akhirnya terungkap. Ia diduga mengalami gangguan kejiwaan sudah sejak dua tahun lalu.

Rekomendasi Untuk Anda

“Kalau soal kondisi pasien, menurut keterangan kakaknya, sekitar dua tahun lalu mulai terganggu. Sebelumnya tidak. Waktu kecil memang sempat lumpuh sampai usia 15 tahun, tidak bisa jalan. Tapi setelah itu sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa, bahkan ke sawah membantu suaminya,” kata kata petugas relawan TKSK, Sumiyati kepada TribunnewsBogor.com.

Selain itu, kondisi kediaman S pun sangat menghawatirkan.

Rumah yang ditinggalinya ini sudah tidak layak huni.

“Lantainya sebagian keramik, tapi sudah pecah-pecah. Dindingnya separuh bata, bagian atas bilik, dan atapnya genteng merah, walau kualitasnya sudah jelek,” ujarnya.

Di rumahnya, S tinggal bersama suami dan dua orang anaknya.

“Alhamdulillah, anak-anaknya sehat dan komunikatif,” ujarnya.

Air bersih juga ternyata sulit didapat oleh keluarga S. 

Untuk mandi saja, air bersih harus diambil dari tempat lain yang jaraknya lumayan jauh.

“Saat musim kemarau, sekitar dua bulan terakhir, warga harus beli air juga termasuk S,” ujarnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas