Perempuan di Bogor Dipasung Keluarga Karena Diduga Idap Gangguan Jiwa
Kondisi S pun akhirnya terungkap. Ia diduga mengalami gangguan kejiwaan sudah sejak dua tahun lalu.
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Perempuan berinisial S di Bogor dipasung keluarga karena gangguan mental
- S menderita gangguan jiwa sejak dua tahun lalu
- Kondisi rumah S tidak layak huni
TRIBUNNEWS.COM, BOGOR- Seorang wanita berinisial S (40) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terpaksa dipasung keluarga karena diduga mengidap gangguan mental.
S dikurung atau ‘dipasung’ di dalam bilik bambu berbentuk kandang di wilayah Desa Tapos, Kecamatan Tenjo.
S dipasung karena mengidap gangguan kejiwaan dan kerap kabur dari rumahnya.
S saat ini sudah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Marzoeki Mahdi (RSJMM) Kota Bogor oleh tenaga kesejahteraan sosial kecamatan (TKSK).
Kondisi S pun akhirnya terungkap. Ia diduga mengalami gangguan kejiwaan sudah sejak dua tahun lalu.
“Kalau soal kondisi pasien, menurut keterangan kakaknya, sekitar dua tahun lalu mulai terganggu. Sebelumnya tidak. Waktu kecil memang sempat lumpuh sampai usia 15 tahun, tidak bisa jalan. Tapi setelah itu sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa, bahkan ke sawah membantu suaminya,” kata kata petugas relawan TKSK, Sumiyati kepada TribunnewsBogor.com.
Selain itu, kondisi kediaman S pun sangat menghawatirkan.
Rumah yang ditinggalinya ini sudah tidak layak huni.
“Lantainya sebagian keramik, tapi sudah pecah-pecah. Dindingnya separuh bata, bagian atas bilik, dan atapnya genteng merah, walau kualitasnya sudah jelek,” ujarnya.
Di rumahnya, S tinggal bersama suami dan dua orang anaknya.
“Alhamdulillah, anak-anaknya sehat dan komunikatif,” ujarnya.
Air bersih juga ternyata sulit didapat oleh keluarga S.
Untuk mandi saja, air bersih harus diambil dari tempat lain yang jaraknya lumayan jauh.
“Saat musim kemarau, sekitar dua bulan terakhir, warga harus beli air juga termasuk S,” ujarnya.
Baca tanpa iklan