Bukan Hanya Disekap, Alvaro Juga Dicekik oleh Ayah Tirinya Sampai Tewas
Dalam proses prarekonstruksi, Alex menyekap menggunakan handuk, mencekik, hingga menindih tubuh korban.
Penulis:
Alfarizy Ajie Fadhillah
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Fakta baru terungkap dari kasus kematian Alvaro Kiano Nugroho
- Selain disekap, Alvaro juga dicekik oleh ayah tirinya Alex Iskandar
- Alex menyekap menggunakan handuk, mencekik, hingga menindih tubuh korban
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Fakta baru terungkap dari kasus kematian Alvaro Kiano Nugroho (6).
Selain disekap, bocah itu juga dicekik oleh ayah tirinya, Alex Iskandar (49), sebelum akhirnya meninggal dunia.
Baca juga: Pinjam Cangkul untuk Kubur Alvaro, Pelaku Sempat Panik Soal Sidik Jari, Buang Jasad 2 Kali
Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Nicolas Ary Lilipaly mengatakan hal tersebut terlihat saat prarekonstruksi yang dilakukan penyidik.
Dalam proses prarekonstruksi, Alex menyekap menggunakan handuk, mencekik, hingga menindih tubuh korban.
Baca juga: IPW Ungkap Dua Kemungkinan Tewasnya Ayah Tiri Alvaro: Aparat Harus Diperiksa
"Dan kami juga sudah melakukan prarekonstruksi bagaimana AI itu melakukan perbuatannya, pembunuhannya, penyekapannya pada saat dia sekap dengan handuknya itu, terus dia cekik dan dia tindih, itu sudah dipraktikkan," ujar Nicolas, di Mapolres Metro Jakarta Selatan.
Polisi pun mengatakan sudah lebih dari 20 saksi diperiksa dalam penanganan kasus ini.
Petugas juga dua kali melakukan pencarian di lokasi pembuangan dan menemukan tulang–tulang yang diduga kuat milik Alvaro di kawasan Tenjo, Bogor, Jawa Barat.
Polisi pun kembali mengungkap rangkaian baru terkait cara Alex Iskandar (49) membuang jasad Alvaro Kiano Nugroho (6) sebelum akhirnya ditemukan di dekat jembatan Cilalay, Tenjo, Bogor, Jawa Barat.
Alex sebenarnya sempat hendak mengubur Alvaro dan bahkan meminjam cangkul, namun urung karena tanah terlalu keras.
Setelah itu, Alex lalu memutuskan membuang jasad Alvaro ke tumpukan sampah dekat jembatan.
"Awalnya dia mau kuburkan, dia mau tanam, dia meminjam cangkul ya, tapi karena tanahnya terlalu keras, akhirnya dia melakukan membuang mayat itu di daerah dekat sungai, di tumpukan sampah, di dekat jembatan itu," ujar Nicolas.
Berselang satu bulan setelah pembuangan pertama, Alex kembali mendatangi lokasi yang sama.
Saat itu ia mengaku panik karena takut jejaknya terlacak dari barang-barang yang melekat pada tubuh Alvaro.
"Sebulan kemudian itu dia merasa was-was juga, jangan sampai ketahuan dia. Karena dia takut ada sidik jari di plastik-plastik itu," jelas Kapolres.
Baca tanpa iklan